Siklus 20 Tahunan Gempa Cianjur: Kawasan Rawan Gempa Permanen yang Punya Riwayat Merusak Sejak 1844

Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) siang. Berdasar proses pencarian yang dilakukan hingga Kamis, 24 November 2022, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, total keseluruhan korban meninggal akibat bencana gempa Cianjur menjadi 272 korban jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 2.046 orang.

Gempa Cianjur disebut sebagai “gempa dengan siklus berulang setiap 20 tahun”, namun literasi kegempaan yang rendah dan mitigasi bencana yang buruk ditenggarai menyebabkan kerusakan yang masif dan tewasnya ratusan jiwa. Gempa serupa di wilayah Cianjur juga terjadi pada tahun 1982 dan 2000.

Sumber gempa diyakini berada di zona sesar Cimandiri, yang memiliki potensi gempa hingga magnitudo 6,7. BMKG pun telah menyatakan wilayah Cianjur sebagai “kawasan rawan gempa permanen” dengan riwayat gempa bumi merusak yang telah tercatat setidaknya sejak 1844.

Ancaman PHK Massal, Apa Langkah Penyelamatan Pemerintah 

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mencatat 25.700 karyawan di industri alas kaki terkena PHK. Jumlah tersebut berasal dari 37 perusahaan alas kaki. PHK disebabkan karena anjloknya orderan. 

Tercatat jumlah orderan Juli-Oktober turun 45 persen, sedangkan produksi November-Desember turun 51 persen.

Bukan tidak mungkin angka PHK di industri alas kaki bisa membesar. Pasalnya, jumlah karyawan yang sudah terkena PHK sebanyak 25.700 orang itu baru merepresentasikan 10% dari yang terancam kena PHK.
 

Sanksi untuk Ganjar, Manuver PDIP Cari Simpati  Publik?

Pemberian sanksi ke Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan (PDIP) pada Senin (24/10) dinilai jadi manuver yang menguntungkan bagi Gubernur Jawa Tengah dan PDIP.

PDIP yang memberi sanksi lisan kepada Ganjar karena menyatakan siap jadi calon presiden (capres) akan memunculkan simpati publik.

Diantaranya adalah, image bahwa Ganjar kader setia, publik semakin simpati terhadap Ganjar serta PDIP punya posisi yang kuat atas Ganjar.

Pemberian sanksi ke Ganjar juga menunjukkan bahwa Ganjar masih tegak lurus ke PDIP. Dengan begitu, lobi-lobi politik terkait Pilpres oleh parpol ke Ganjar akan terpengaruh, begitu juga lobi PDIP ke parpol lain.

Selain itu, sanksi terhadap Ganjar juga mengalihkan perhatian publik. Dari yang sebelumnya banyak ke bakal capres Partai NasDem, Anies Baswedan, menjadi ke Ganjar.

Dengan demikian, PDIP terutama Ganjar akan diuntungkan. Apalagi, jika PDIP memilih Ganjar untuk maju sebagai capres usungannya pada Pilpres 2024.

Resesi Global Hantui Ekonomi RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kabar terbaru terkait ekonomi global. Dia menyebutkan bahwa situasi dunia kini dalam bahaya. Tidak hanya untuk periode tahun ini, namun juga bisa merambat hingga 2023.

Bahkan, saat ini ada 28 negara antre jadi pasien IMF untuk memulihkan perekonomiannya. Bagaimana nasib Indonesia?
 

Perang Makin Panas, PD III tak Terelakkan!

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau  North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan memantau dengan cermat latihan nuklir Rusia dan tidak akan ragu memberikan dukungan terhadap Ukraina dari ancaman 'terselubung' Moskow

Polemik Kompor Listrik Berujung Batal

PLN akhirnya mengumumkan bahwa konversi kompor gas ke kompor induksi batal dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Perusahaan setrum nasional itu berdalih ingin memberikan kenyamanan kepada publik. 

PLN juga menegaskan tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan dan mengubah daya listrik 450 VA ke 900 VA. Keputusan itu untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.
 

Capres Potensial, Elektabilitasnya Moncer: Siapa Berminat Usung Anies di Pilpres 2024?

Dalam sebuah wawancara, Anies Baswedan secara blak-blakan menyatakan dirinya siap maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 jika ada partai politik mencalonkan dirinya.

Harus diakui nama Anies memang kerap disebut sebagai salah satu capres potensial. Elektabilitasnya moncer. Namanya hampir selalu berada di tiga besar survei, menyaingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Namun meski namanya dijagokan di Pilpres 2024, mantan Mendikbud itu butuh partai politik pengusung lantaran dirinya bukan kader partai politik mana pun.

Melihat situasi politik terkini, partai mana yang berminat mengusung Anies?

Inflasi Bablas, Pemulihan Ekonomi Terancam!

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Pertalite dan Solar diyakini akan mendongkrak lonjakan inflasi tinggi yang kemudian akan memangkas daya beli masyarakat kecil.

Ancaman meningkatkan kemiskinan menjadi momok pemerintah. Inflasi yang tinggi juga akan memangkas pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pemulihan ekonomi akan terganggu. 

Apa langkah yang dilakukan pemerintah?