PDIP tengah memecah gelombong dominasi tokoh lingkaran dalam Jokowi selama ini seperti Luhut Panjaitan, Hendropriyono, dan Surya Paloh

Rencana Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam Kongres PDI Perjuangan 8-10 Agustus 2019, di Bali menjadi sejumlah sinyal politik terkait koalisi. Bergabungnya Gerindra dalam gerbong koalisi pemerintah Jokowi akan mengubah peta politik nasional.

Harmonisnya kembali hubungan Prabowo dengan Megawati dapat diartikan sebagai upaya PDIP memecah gelombong dominasi tokoh lingkaran dalam Jokowi selama ini seperti Luhut Panjaitan, Hendropriyono, dan Surya Paloh.

''Di sisi lain agaknya Megawati lebih nyaman bekerja sama dengan Prabowo. Mungkin dan bisa saja Megawati sudah mulai tidak nyaman melihat sepak terjang dan cara kerja mereka yang terlalu mempengaruhi Jokowi selama ini," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Syarwi Chaniago, di Jakarta, Senin, (5/8).

Kehadiran Prabowo dalam Kongres PDIP merupakan satu rangkaian mulai dari pertemuan di MRT dengan Jokowi, politik nasi goreng antara Prabowo dan Megawati hingga kehadiran Prabowo di kongres nanti.

Saat ini, baik Jokowi, Prabowo dan Megawati, sedang memainkan power interplay, di mana setiap kekuatan politik menjajaki satu sama lain.

Kekuatan politik itu mencoba untuk membangun satu konsensus dalam rangka formasi pemerintahan yang dianggap bisa merepresentasikan kepentingan politiknya secara efektif, bekerja sama dan bernegosiasi untuk kepentingan bangsa yang jauh lebih besar.

Dia mengatakan kehadiran Prabowo di Kongres PDIP semakin memperjelas bahwa Gerindra sudah hampir dipastikan bergabung ke dalam koalisi.

"Sebenarnya alarm sinyal bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah sudah hampir dipastikan, katanya sudah 70 persen kans Gerindra bergabung," pungkasnya.