IHSG dan Rupiah terlihat konsisten menapak zona pelemahan di sesi pagi ini, Jumat (20/9).

Sesi perdagangan pendek di akhir pekan ini, Jumat (20/9) akhirnya diwarnai dengan gerak indeks di renttang yang sempit sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Investor di bursa saham Asia terlihat masih kesulitan menentukan arah gerak indeks hingga sesi perdagangan pagi ini ditutup di Jakarta.

Laporan sebelumnya menyatakan,  pernyataan yang  bernada optimis yang moderat dari petinggi Amerika Serikat terkait dengan prospek pencapaian kesepakatan AS-China dalam perundingan awal Oktober depan.   Sementara di sisi lainnya, pernyataan pihak  China juga memperlihatkan situasi yang kurang optimis dengan menyebut bahwa China tidak dalam situasi terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS.

Sikap investor di Asia akhirnya terjebak dalam keraguan dalam menjalani sesi perdagangan pagi ini yang sekaligus melanjutkan keraguan di sesi perdagangan bursa Wall Street sebelumnya.  Keraguan investor terliuhat jelas dari pola gerak indeks yang hanya bergerak malas alias terjebak di rentang sempit.

Hingga sesi perdagangan pagi di Jakarta ditutup,  Indeks Nikkei (Jepang) naik  0,41% untuk menjangkau posisi 22.135,72, indeks Hang Seng (Hong Kong) naik tipis  0,06% untuk berada di kisaran 26.485,14,  sementara indeks ASX 200 (Australia) menguat signifikan 0,63% untuk berada di posisi  6.760,0,  serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menguat 0,39% untuk menyisir posisi 2.088,38.

Pada bursa saham Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga masih harus terjebak di rentang terbatas. IHSG terlihat konsisten menapak gerak moderat untuk kemudian menutup sesi pagi dengan menurun 0,43% di posisi 6.217,33.

Sementara laporan dari pasar valuta menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang melemah tipis  0,07% untuk diperdaganglan di kisaran Rp14.065 per Dolar AS.  Serangkaian sentimen yang hinggap terlihat masih belum mampu memberikan arahan yang tegas pada Rupiah hingga siang ini.