Seluruh indeks Wall Street tercatat berakhir di zona penurunan signifikan di akhir pekan ini, Jumat (20/9).

Sikap investor dalam menyikapi perkembangan terkini dari perundingan dagang AS-China terlihat  mulai berbalik pesimis dalam menutup sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/9). Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu, investor telah mulai melakukan tekanan jual dengan signifikan hingga menggeret indeks di bursa Wall Street menurun dengan meyakinkan.

Laporan lebih jauh menyebutkan, pihak delegasi China yang sedang membuat landasan bagi jalannya perundingan dagang AS-China awal Oktober depan yang membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian di AS.  Delegasi China tersebut juga telah memperpendek jadwal klunjungannya ke AS.

Laporan tersebut tak pelak menjadi kabar suram bagi prospek perundingan dagangh bulan depan untuk meraih kesepakatan sebagaimana diyakini beberapa pekana sebelumnya.  Investor akhirnya mulai beralih melakukan tekanan jual dan akhirnya menyungkurkan sejumlah saham terkemuka di bursa Wall Street.

Gerak turun indeks Wall Street tak terelakkan dan beralngsung hingga sesi perdagangan ditutup. Indeks DJIA mengakhiri sesi dengan turun 0,59% untuk ditutup di 26.935,07, sementara indeks S&P 500 menutup sesi dengan melemah 0,49% untuk terhenti di posisi 2.992,07, serta indeks Nasdaq yang terkoreksi 0,8% untuk parkir di kisaran 8.117,67.

Investor secara keseluruhan terlihat mulai ragu dalam menilai kenaikan indeks Wall Street yangh terjadi beberapa pekan sebelumnya secara konsisten. Serangkaian sentimen terkini yang menopang kenaikan indeks Wall Street kini berpotensi untuk mentah dan bahkan berbalik menjadi pemicu tekanan jual yang intens di beberapa waktu ke depan.