Nilai tukar mata uang Inggris Poundsterling tercatat telah melonjak 3% dalam dua hari sesi perdagangan terakhir pekan ini.

Sentimen kejutan kembali datang di pasar valuta global dari proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sering disebut Brexit. Laporan terkini menyebutkan, pihak perwakilan Uni Eropa untuk urusan Brexit yang telah menyatakan bahwa pembicaraan soal Brexit telah berlangsung konstruktif.

Pernyataan pejabat Uni Eropa tersebut menjadi kejutan di pasar valuta mengingat dalam beberpa pekan terakhir, kabar yang beredar mengarahkan rentannya Brexit terjadi tanpa kesepakatan untuk semakin menenggelamkan kinerja perekonomian Inggris.

Hingga kini pembicaraan soal Brexit antara perwakilan pemerintah Inggris dengan Uni Eropa disebutkan masih berlangsung, namun investor telah mengantisipasi dengan memburu  mata uang Inggris Poundsterling.

Akibatnya, nilai tukar Poundsterling terhadap Diolar AS yang disimbolkan GBPUSD melambung hingga 3% dalam dua hari sesi perdagangan secara beruntun. Pantauan juga menunjukkan, nilai tukar Pound, GBPUSD yang sempat mencetak titik tertingginya di kisaram 1,27062 namun kemudian menutup sesi akhir pekan ini di kisaran 1,26525.

GBPUSD dengan demikian telah mencetak titik tertingginya sejak sesi perdagangan akhir Juni lalu.

Sementara situasi teknikal terkini menunjukkan, tren jual  jangka menengah GBPUSD yang kini  mulai terhenti dan memasuki fase ketiadaan tren.  Oleh karenanya, gerak naik ekstrim yang terjadi kali ini sangat rentan untuk segera terpangkas tajam di sesi perdagangan awal pekan depan, Senin  (14/10).

Terlebih, sentimen yang menjadi landasan lonjakan Poundsterling kali ini juga terlihat belum cukup meyakinkan dan tak menutup kemungkinan untuk berbalik dengan cepat sekaligus mengejutkan.