Saat ini DPC PDI Perjuangan sudah memutuskan dua nama untuk maju dalam Pilwalkot 2020 yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

PDI Perjuangan mengeluarkan ultimatik kepada Gibran Rakabuming Raka jika masih nekat mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo dari jalur independen. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu pun terancam dicoret dari keanggotaan partai.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo. Menurutnya, Gibran saat ini sudah tercatat sebagai anggota partai. Dengan begitu Gibran harus mengikuti arahan PDIP.

"Mas Gibran kan sudah masuk jadi keluarga PDIP, dia juga sudah menyatakan kalau siap taat dan patuh terhadap aturan partai. Lha kalau terus masuk ke independen, berarti kan tidak mengakui statemennya sendiri," kata Hadi Rudyatmo, Jumat (11/10).

Pria yang akrab disapa Rudy itu pun menyatakan, Gibran bisa dikeluarkan sebagai anggota PDIP sebagai konsekuensinya.

"Kalau mau lewat dari independen ya boleh-boleh saja, itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi. Konsekuensinya, kalau sudah di luar PDI Perjuangan kan berarti tidak mengakui dirinya sebagai anggota partai lagi. Ya nggak usah dicabut langsung dicoret," ucapnya.

Disinggung mengenai upaya Gibran untuk tetap maju di Pilwalkot Solo, Rudy mempersilakannya. Hanya saja, Gibran juga harus memahami konsekuensi jika nantinya memang nekat tidak sejalan dengan aturan partai.

Mengingat, saat ini DPC PDI Perjuangan sudah memutuskan dua nama untuk maju dalam Pilwalkot 2020 yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.