Kalau Gibran memilih jalur independen, artinya dia sudah tidak mengakui sebagai anggota partai.

DPC PDIP Surakarta mengeluarkan kartu kuning kepada Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung Presiden Jokowi itu harus menerima konsekuensi dikeluarkan dari keanggotaan PDIP jika maju Pilwalkot tahun 2020 melalui jalur independen.

Ketua DPC PDIP Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kalau Gibran memilih jalur independen, artinya dia sudah tidak mengakui sebagai anggota partai. Rudy menegaskan siap mencoret nama Gibran dari keanggotaan PDIP.

"Lha, kalau sudah di luar PDIP kan tidak mengakui sebagai anggota partai lagi toh. Enggak usah dicabut KTA-nya langsung dicoret saja," kata Rudy akhir pekan lalu.

Menurut Rudy, sebetulnya tidak mempermasalahkan jika 'juragan martabat' itu memang ingin maju lewat independen. Pilihan politik itu menjadi hak setiap warga negara.

"Kalau mau independen ya boleh-boleh saja. Itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi," katanya.

Namun jika Gibran nekat maju independen, Rudy menilai langkah tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Gibran. Sebab Gibran sebelumnya menyatakan diri telah menjadi keluarga besar PDIP.

"Kalau sudah punya KTA PDIP, beliau kan menyatakan masuk menjadi keluarga besar PDIP dan akan taat dan patuh terhadap keputusan partai. Lha kalau masuk ke independen, berarti tidak menghargai statement dia sendiri to," ujar pria yang menjabat Wali Kota Surakarta itu.