Pemerintah Provinsi Kalteng yang akan memberikan shock therapy bagi perusahaan yang menabrak fender jembatan tersebut jika tidak segera melakukan perbaikan

Pengaman Utama (Fender) Jembatan Kalahien yang melintasi Sungai Barito Kabupaten Barito Timur yang roboh ditabrak tongkang batubara milik PT. Indo Jaya Trans Samudra April lalu, kini sudah mendapat kepastian perbaikannya akhir Oktober 2019.

Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya dan Pj. Sekda Barito Timur Syahrani beserta sejumlah pimpinan instansi terkait ketika melakukan peninjauan jembatan Kalahien, Selasa menjelaskan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dalam waktu lima bulan terakhir terus mendesak PT. 

IJTS agar melakukan perbaikan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan pemerintah daerah. 

“Kami mendesak kepada pihak perusahaan selaku pihak yang bertanggung jawab karena sudah menyebabkan ini terjadi. Kami minta perbaikan secepatnya, jangan sampai molor-molor,” jelas Wagub.

Kepastian perbaikan fender jembatan Kalahien tersebut diketahui setelah PT. Indo Jaya Trans Samudra menyatakan komitmennya dengan pihak ketiga selaku penyedia jasa atau kontraktor. 

“Alhamdulillah dari rapat kemarin sudah ada keputusan. Mereka siap dan hari ini mereka sedang mengadakan rapat dengan pihak ketiga atau rekanan yang mungkin akan ditunjuk menjadi pelaksana pekerjaan merehab atau membangun fender jembatan di Kalahien,” terangnya.

Pemprov Kalteng akan memberikan teguran keras dengan menutup lalu lintas tongkang di bawah Jembatan Kalahien apabila fender jembatan tidak segera diperbaiki mengingat sebentar lagi musim hujan dan alur Sungai Barito akan naik. 

“Jangka waktu mereka kalau vendor itu seminggu, cuma pelaksanaannya sekitar 1 bulan, paling lama 1 bulan setengah. Seandainya teledor, kita akan tindak, ada sanksi,” tegas Wagub Habib Ismail.

Pj. Sekda Barito Timur Syahrani menyatakan pemerintah Kabupaten Barito Timur mendukung sikap tegas pemerintah provinsi terkait pengaturan dan pengawasan jembatan Kalahien mengingat fender jembatan tersebut sangat vital untuk mengamankan tiang fondasi jembatan yang merupakan jalur lalu lintas Daerah Aliran Sungai Barito menuju Palangka Raya.