Nilai tukar Poudsterling diyakini masih akan mampu membukukan penguatan lebih lanjut.

Kejutan kembali menghentak pasar valuta global, kali ini datang dari proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (atau sering disebut Brexit) yang mampu mencapai kesepakatan di menit-menit akhir. Meski kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan parlemen Inggris, investor terlihat telah lebih antusias dalam merespon sentimen positif tersebut.

Hal ini terlihat dari kasi akumulasi pada mata uang  Inggris, Poundsterling. Akibatnya, nilai tukar mata uang Poundsterling terhadap Dolar AS (yang disimbolkan GBPUSD) melonjak tak tertahankan di sesi perdagangan kemarin.

Pantauan menunjukkan, GBPUSD yang bahkan hampir meninju level psikologis pentingnya di kisaran 1,3 dengan mencetak titik terkuatnya di 1,29877. Aksi pelaku pasar yang memburu secara berlebihan Poundsterling secara intens dan konsisten, sesungguhnya telah berlangsung dalam 6 hari sesi perdagangan terakhir.

Dan lonjakan tajam  yang terjadi di sesi perdagangan kemarin membuat GBPUSD telah membentuk tren penguatan jangka menengah yang solid.  Aksi melawan tren dalam situasi demikian sangatlah berisiko, dan oleh karenanya investor perlu berhati-hati.

Solidnya tren penguatan yang telah terbentuk sekaligus mengindikasikan peluang besar untuk terjadinya penguatan lebih lanjut. Investor yang hendak melakukan aksi jual terhadap GBPUSD dianjurkan untuk menantikan terlbeih dulu terbentuknya kejenuhan tren penguatan, yang hingga kini masih belum bisa diperkirakan kapan terjadinya akibat  solidnya tren penguatan.

Untuk sekedar memperbarui tinjauan teknikal terkini, berikut disajikan grafik harian terkini GBPUSD: