Kalla pun datang ke pengusaha mobil meminta penjualan mobil ke negara dengan harga pokok. Kalla meminta diskon 10% dengan pembelian 3.000 hingga 5.000 mobil.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah menodong Menteri Keuangan untuk memberikan uang Rp2,5 triliun. Uang itu kemudian digunakan Kalla untuk membeli ribuan kendaraan untuk personel TNI dan Polri.

Hal itu diakui Wapres Kalla saat berpamitan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Kalla mengakui, uang itu diminta saat Menteri Keuangan meminta izinnya untuk menaikkan pajak sekitar 30 persen atau sekitar Rp50 triliun hingga Rp60 triliun.

"Tapi ada syaratnya, kasih saya uang Rp2,5 triliun, (dia tanya) mau diapain., Enggak ngaku dulu mau ngasih Rp2,5 T? (Menteri bilang) Ya oke tapi dia tawar Rp2 T. Enggak saya bilang, lalu oke kita kasih tahu, baru saya buka," kata Wapres Kalla.

Di depan polisi, Kalla bercerita relevansi kendaraan polisi dengan tingkat keamanan negara. Menurutnya sudah sewajarnya mobil di lingkungan Polri diganti untuk mengimbangi pemberantasan kejahatan. "Kalau aman, investasi juga pasti datang," lanjut Kalla.

Tak sampai di situ, Kalla pun datang ke pengusaha mobil meminta penjualan mobil ke negara dengan harga pokok. Kalla meminta diskon 10% dengan pembelian 3.000 hingga 5.000 mobil.

"Kasih diskon 10% dari harga pokok, jualanmu pasti naik, karena negara aman lalu setuju. Jadilah itu beli mobil 5.000, 2.500 untuk TNI dan 2.500 Polri dalam waktu hanya satu minggu," cerita dia.

"Aman betul jadi selalu ada hubungan, jadi ada hubungan antara ekonomi dan ketertiban dan keamanan. Tanpa itu tidak bisa, akan lebih aman kita semuanya," tutup dia.