Sembari tersenyum, Menko Luhut yang mengenakan kemeja putih merangkul pundak Menteri Susi yang berdiri di sampingnya.

Ada yang menarik ketika jajaran menteri di Kabinet Kerja Jilid 1 menunjukan keakrabannya jelang berakhirnya periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Keakraban itu terlihat dari foto yang tersebar di media sosial. 

Ada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersebar di media sosial. Kemudian Menteri  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Energi dan Sumber data Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar. 

Namun yang ada yang menarik perhatian. Sembari tersenyum, Menko Luhut yang mengenakan kemeja putih merangkul pundak Menteri Susi yang berdiri di sampingnya. Dalam foto itu, Susi juga tampak tersenyum sembari memegang sesuatu. 

Mengapa menarik? Selama ini Luhut dan Susi kerap berbeda pandangan terkait berbagai hal. Misalnya soal kebijakan penenggelaman kapal. Akibatnya muncul persepsi kedua menteri itu tak akur. Foto yang menangkap momen keakraban Luhut dan Susi ternyata diunggah oleh Menteri Jonan di akun Instagram pribadinya.

 

Jonan mengungkapan bahwa foto itu diambil di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta pada Rabu (15/10/2019). Mantan Direktur Utama PT KAI itu pun mengungkapan bahwa foto itu merupakan momen perpisahan. "A farewell talk with happy smiles," tulis Jonan di foto yang diunggah pada Kamis (17/10/2019). 

Hingga pukul 20.00 WIB, foto itu dibanjiri 130 komentar dan 2.900 likes. Sebagian komentar netizen mendoakan agar para menteri tersebut bisa berlanjut di Kabinet Kerja Jilid 2.

Menteri Kesayangan Netizen

Susi Pudjiastuti, satu dari sedikit menteri Jokowi yang menurut hasil survei layak untuk dipertahankan di Kabinet Jilid II. Mungkin bisa diibaratkan, Susi adalah menteri kesayangan warganet. Sayangnya, besar kemungkinan menteri yang selalu tampil nyentrik ini tidak akan dipertahankan Jokowi.

Kode itu sudah diberikan Susi dengan berpamitan dengan sejumlah awak media, Senin (9/9/2019), Susi mengaku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf apabila selama kita berinteraksi ada hal-hal yang tidak mengenakkan awak media karena saya orangnya sedikit tengil," kata Susi.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada staf KKP yang selama ini membantunya dalam bekerja. "Saya berterima kasih atas bantuannya, dukungannya, effort-nya, tanggung jawabnya, komitmennya."

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," kata dia.

Susi juga berpamitan kepada anggota DPR saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR.

Susi meminta maaf karena dia kerap keras kepala selama lima tahun memimpin KKP.

Ia mengatakan, hal itu perlu dia lakukan karena memiliki obsesi memperbaiki sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, saya menjalankan amanah, bukan untuk pribadi," kata dia.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf. Saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," kata dia.