Penguatan Rupiah terlihat semakin tajam di sesi perdagangan sore menjelang pengumuman susunan kabinet Jokowi Jilid 2.

Kabinet Jokowi Jilid 2 akhirnya benar mulai terkuak  di awal pekan ini, Senin (21/10). Sementara sentimen dari pasar global masih dirundung ketidakpastian Brexit dan hubungan tegang AS-China, Bursa saham Indonesia dan Rupiah justru mampu membukuka gerak positif.

Indeks harga saham gabungan, (IHSG) akhirnya mampu menutup sesi awal pekan ini dengan menguat 0,11% untuk terhenti di 6.198,99.  Salah satu warna tersendiri gerak IHSG di sesi kali ini datang dari melambungnya  saham milik perusahaan Erick Thohir, mantan ketua tim  kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf pada gelaran pemilihan presiden April lalu.

Diangkatnya Erick Thohir sebagai menteri BUMN akhirnya tak terelakkan membuat investor antusias memburu saham perusahaan milik Erick Thohir, PT Mahakan Media, yang diperdagangkan dengan kode ABBA.

Saham ABBA akhirnya menutup sesi awal pekan ini dengan melambung fantastis 19,12% untuk berakhir di Rp218 per lembarnya.

Sementara dari sesi perdagangan di Asia, seluruh bursa saham utama Asia terlihat masih harus terjebak di rentang terbatas akibat terpaan sentimen ketidakpastian akan Brexit dan hubungan AS-China menyangkut persoalan Hong Kong.

Hingga sesi perdagangan sore ini ditutup,  indeks Nikkei (Jepang) naik 0,25% untuk menjangkau posisi 22.548,9, indeks Hang Seng (Hong Kong) naik tipis 0,02% untuk berada di posisi 26.725,68, sementara indeks ASX 200 (Australia) naik  tipis  0,04% untuk berada di posisi 6.652,5, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,2% untuk menyisir posisi 2.064,84.

Sementara di pasar valuta, gerak ceria juga berhasio dibukukan mata uang Rupiah dengan sokongan sentimen pengumuman kabinet Jokowi jilid 2. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.073 per Dolar AS atau menguat signifikan 0,47%. Gerak menguat Rupiah kali ini terjadi di tengah kecenderungan menguatnya seluruh mata uang Asia di rentang terbatas.