Rupiah diyakini masih memiliki ruang yang lebar untuk melanjutkan gerak penguatan di sesi hari ini, Selasa (22/10).

Sentimen internal dari pengumuman kabinet Jokowi Jilid II yang mulai terkuak, akhirnya telah mulai berdampak positif pada nilai tukar Rupiah. Pantauan pada sesi perdagangan awal pekan kemarin, Senin (21/10), Rupiah terlihat mampu membukukan penguatan tajam dan konsisten disepanjang sesi perdagangan.

Rupiah kemudian menutup sesi di Rp14.070 per Dolar AS atau melonjak 0,49% yang sekaligus menahbiskan diri sebagai mata uang terkuat di Asia.  Investor terlihat memberikan respon positif pada jalannya penyusunan kabinet Jokowi Jilid II yang mulai terkuak.

Sejumlah laporan yang beredar menyebutkan, sejumlah nama yang dinilai memiliki rekam jejak yang telah datang ke Istana sebagai sinyal akan diangkat sebagai menteri. Nama-Nama seperti: Erick Thohir, Nadiem Makarim, Mahfud MD, serta Wishnutama termasuk dalam jajaran tokoh yang datang ke Istana.

Kedatangan tokoh-tokoh tersebut kemudian memantik ekspektasi investor bahwa mereka segera menududuki sejumlah pos kementerian strategis. Aksi akumulasi terhadap Rupiah akhirnya semakin tajam di sesi perdagangan sore kemarin. Dan aksi akumulasi lanjutan masih sangat mungkin berlanjut  di sesi hari ini, Selasa (22/10)  hingga Rabu besok.

Dengan melandaskan pada asumsi tersebut, maka sangat mungkin Rupiah untuk segera mampu mengandaskan Dolar AS ke level psikologis pentingnya di Rp13.000-an. Level tersebut tercatat tak terlalu jauh dengan posisi penutupan kemarin yang di kisaran Rp14.070.

Hanya membutuhkan penguatan 0,5%  bagi Rupiah untuk mampu mengandangkan Dolar AS ke level Rp13.000-an. Meski demikian sejumlah risiko masih menghadang, seperti kejutan suram dari hubungan AS-China, serta kinerja suram perekonomian China.