Saat ini Hyundai tengah mengevaluasi kondisi kapasitas produksi secara global.

Hyundai Motor Company mengungkapkan belum ada keputusan soal investasi mobil listrik di Indonesia yang nilainya mencapai US$1 miliar atau sekira Rp13 triliun.

Head of Global PR Hyundai Motor Company KS Kim mengungkapkan, saat ini perusahaan tengah mengevaluasi kondisi kapasitas produksi secara global.

"Namun, belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini terkait penambahan fasilitas produksi baru di kawasan (Asia Tenggara), termasuk Indonesia," ujar Kim dalam keterangan yang diterima bizlaw.id.

Kim menekankan perusahaan bakal mengumumkan secara resmi jika keputusan terkait rencana penambahan pabrik perakitan apapun sudah final.

Baca Juga:  Presiden Jokowi dan Menko Luhut Akan Jemput Investasi Rp14 Triliun dari Korsel

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Indonesia akan melakukan penandatanganan kerja sama Investasi dengan Hyundai. “Hyundai mau investasi kira-kira US$1 Miliar di industri mobil listrik, di dekat Karawang (Jawa Barat) sana. Tanahnya sekitar 600 hektar,” kata Menko Luhut di Jakarta, Rabu (13/11).

Bahkan, kata Luhut, ia akan mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi Korea untuk menemui Hyundai.

“Jadi nanti 24 bulan ini (November) berangkat, signing- nya (penanda tanganan perjanjian) itu kira-kira mungkin tanggal 25 atau 26 (November),” ujarnya.

Namun dengan pernyataan Hyundai itu, bagaimana respons Luhut? "Saya nggak tahu juga itu tadi baru saya cek lagi. Dia yang bilang sama saya. Jadi nggak usah dipertentangkan lah nanti kita cek," kata Luhut di Kantornya, Jumat (15/11).