Subsidi untuk 2020 hanya bagi seluruh pelanggan rumah tangga daya 450 VA serta rumah tangga miskin.

Rencana pemerintah menaikkan tarif listrik untuk golongan rumah tangga mampu dengan daya 900 VA mendapat tanggapan singkat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Semua kan ada yang naik, kita kan belum tahu kita lihat dulu, masak mau tetap segitu," ujar dia di Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa, (19/11).  

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana menyatakan kenaikan tarif listrik akan diterapkan per 1 Januari 2020. Kenaikan tarif listrik itu untuk golongan rumah tangga mampu (RTM) dengan daya 900 VA.

Meskipun tarif listrik untuk golongan tersebut mengalami kenaikan, Rida menjamin nilainya tidak terlalu besar. Pasalnya, bila dibagi dengan rata-rata harian, besarannya tidak mencapai Rp1.000 per hari.

Kenaikan yang diperkirakan sekitar Rp 29.000 per bulan tersebut mengikuti biaya listrik yang dibayarkan golongan 1.300 volt ampere (VA). "Naiknya Rp 29.000. Artinya, enggak Rp 1.000 per hari kan," kata Rida di kantor Kementerian ESDM, Senin, (18/11).

Lebih jauh, Rida menyatakan belum bisa memastikan apakah akan terjadi perubahan atau tidak mengenai rencana kenaikan tarif listrik tersebut. Hanya saja, hingga saat ini keputusan untuk mencabut subsidi RTM 900 VA mulai 2020 nanti masih berlaku. "Kalau berubah lagi kan ke DPR lagi," tuturnya.

Pemerintah menegaskan subsidi untuk 2020 hanya bagi seluruh pelanggan rumah tangga daya 450 VA serta rumah tangga miskin dan tidak mampu daya 900 VA dengan mengacu pada Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM). 

Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada Kabinet Indonesia Kerja Ignasius Jonan memprediksi tidak akan ada kenaikan tarif listrik hingga 2020 seiring terjadinya penurunan harga energi primer seperti batu bara dan gas bumi.  

"Kalau kami lihat, harga gas turun banyak dalam 6 bulan terakhir, harga batu bara juga turun. Penurunan paling terlihat di harga batu bara. Untuk kalori 6.322 kkal/kg GAR harganya sekitar US$65 per ton. Jadi, mestinya harga listrik tidak perlu ada penyesuaian naik," tutur Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan resmi, Rabu (11/9/2019).