Hingga kini konsepsi BUMN menghadapi ancaman resesi global belum dibahas secara publik. 

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mempertanyakan konsepsi pemerintah, khususnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara selamat dari ancama resesi ekonomi global di depan mata. Termasuk, rencana masuknya berencana menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digadang-gadang bakal menduduki kursi komisaris di Pertamina.

"Saya tidak pernah dengar konsepsi dari BUMN dan Pak Ahok, kalau sudah ditunjuk, bagaimana BUMN selamat dari resesi ekonomi global di depan mata, ini masalah ekonomi bukan politik," ujar ekonom Indef Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis, (21/11).

Risiko resesi ekonomi global, menurutnya, sudah santer dibicarakan, bahkan ada indikator beberapa negara yang sudah masuk. Namun, hingga kini konsepsi BUMN menghadapi persoalan tersebut belum dibahas secara publik. 

"Kalau resesi terjadi 2020, kalau harga minyak naik, Pertamina siap enggak, Enggak keluar di publik isu seperti itu. Yang diributkan malah hal remeh temeh," kata Bhima.

Bhima menambahkan, wacana Ahok menjadi bos BUMN menjadi pusat diskusi masyarakat lantaran hingga kini tidak ada konsepsi besar dari pemerintah soal persoalan-persoalan di tersebut. Karena itu, ia menantang Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Ahok memberi alasan secara ekonomi.

"Beri reasoning, baru bicara siapa orang yang tepat, karena dari ekonomi enggak masuk," tutur Bhima. 

Ia mengatakan kalau pemerintah terus memaksakan melakukan penunjukan orang secara asal-asalan, hukumannya akan dirasakan kala ada resesi ekonomi. "Yang dipertaruhkan adalah ekonomi Indonesia di mata dunia."

Kabarnya, Kementerian BUMN akan menempatkan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina. Rencananya, Ahok resmi menjabat Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng pada akhir November ini.

Kabar Ahok akan menjadi komisaris utama Pertamina itu merebak setelah bekas Gubernur DKI Jakarta itu datang memenuhi undangan Erick Thohir. Dalam pertemuan selama satu setengah jam itu, Ahok mengaku banyak berdiskusi dengan Erick seputar perusahaan BUMN.

Sebelum meninggalkan Kementerian, Ahok menuturkan dirinya diminta terlibat di salah satu perusahaan pelat merah. Ia pun menerima tawaran itu.