Penurunan yang terjadi pada sesi perdagangan kemarin bukanlah pertanda pembalikan harga minyak dunia.

Seiring dengan mulai tercurahnya perhatian investor pada proses perundingan dagang AS-China yang masih dalam ketidakpastian, gerak harga  minyak dunia terpantau mengalami penurunan moderat. Laporan menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang kini berada di kisaran $58,85 per barel atau melemah mopderat 0,29%.

Sejumlah lapoiran yang berhasil dihimpun menyebutkan, gerak turun harga minyak yang terjadi kali ini lebih dilatari oleh pola teknikal usai mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Penurunan moderat yang terjadi, dalam tinjauan teknikal, sangat bisa dipahami usai melakukan gerak naik tajam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.  Sementara dalam sejumlah ulasan teknikal sebelumnya disebutkan,  prospek yang cukup besar bagi harga minyak untuk segera menembus level psikologis di $60 per barel.  Di mana level psikologis tersebut kini tidak jauh dari harga yang sekarang berlaku.

Sedangkan dari dalam negeri, kabar  terhelatnya pertemuan antara Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaya Purnama yang akrab di sapa Ahok dengan Presiden Jokowi di Istana pada Senin (9/12)  kemarin yang mungkin membahas langkah Pertamina dalam beberapa waktu ke depan.

Namun tantangan pola teknikal harga minyak terkini yang hadir, di mana masih menunjukkan tren penguatan jangka menengah yang cukup ‘galak’,  sepertinya masih akan sulit untuk diatasi oleh kehadiran Ahok di Pertamina yang telah menuai harapan besar dari publik.

Grafik harian terkini berikut memperlihatkan situasi teknikal harga minyak dunia yang masih ‘galak’ untuk  membukukan kenaikan lebih lanjut dan sekaligus menembus level psikologisnya di  $60 per barel: