IHSG terlihat konsisten menapak rentang gerak terbatas di sepanjang sesi perdagangan hari ini, Selasa (10/12).

Sesi perdagangan saham  hari kedua pekan ini, Selasa (10/12), akhirnya ditutup dengan gerak terbatas di bursa saham Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terlihat menurun terbatas 0,16% untuk menutup sesi hari ini di posisi 6.183,5.

Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, gerak IHSG di rentang terbatas yang sulit dihindarkan seiring dengan kepungan keraguan yang sedang mendera bursa saham Asia.  Laporan sebelumnya menyebutkan, sikap pelaku pasar di Asia yang cenderung untuk menantikan  hasil pertemuan para pimpinan bank sentral AS, The Fed yang akan dihelat dalam dua hari mulai Selasa malam nanti (waktu Indonesia Barat).

Analis memperkirakan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga acuannya untuk berada di kisaran 1,5% hingga 1.75%.  Sementara sentimen lain yang juga menjadi perhatian investor masih datang dari perundingan dagang AS-China, di mana dalam beberapa  hari ke depan, Washington akan segera menaikkan tarif masuk atas produk China.

Serangkaian sentimen tersebut akhirnya menggiring pelaku pasar untuk sulit bertahan dalam sikap optimis. Namun juga belum menemukan landasan yang meyakinkan untuk melakukan tekanan jual yang intens. Gerak indeks akhirnya terjebak di rentang sempit di sepanjang sesi perdagangan.

Hingga  sesi perdagangan ditutup, indeks Nikkei (Jepang) terpeleset turun tipis  0,09% untuk menutup sesi di  23.410,19, indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah  0,22% untuk berakhir  di 26.436,62,  sementara indeks ASX 200 (Australia) menurun  0,34% untuk terhenti   di posisi 6.706,9, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang mampu menguat   0,45% untuk menyisir posisi  2.098,0.

Pola gerak  yang tak jauh berbeda   juga mendera mata uang Rupiah, setelah sempat   menjungkalkan Dolar AS di kisaran Rp13.990 di sesi perdagangan pagi, secara perlahan dan meyakinkan Rupiah kemudian beralih ke zona merah. Hingga sesi perdagangan sore ini berlanjut, Rupiah masih tertahan di kisaran Rp14.015 per Dolar AS atau  melemah   terbatas 0,11%.