Adanya gula ravinasi yang beredar di wilayah Yogyakarta

Tim Pemantau Inflasi Daerah 9TPID) DIYyang terdiri dari beberapa instansi terkait antara lain seperti :  Bank Indonesia, Dinas Pertanian, Bulog, Desperindag maupun Polda DIY serta Biro Administrasi Perekonomian dan SDA, di hari kedua dalam rangka pemantauan Harga Ketersediaan Stok di wilayah DIY mengunjungi empat lokasi pada Selasa di wilayah Kota Yogyakarta. 

Pemantauan ini rutin dilakukan setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan maupun nasional, untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok dan mencegah terjadinya inflasi.

Tim yang dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY, Drs. Tri Saktiyana, Msi mengawali kunjungannya ke distributor CV. Pangan Sejahtera yang terletak di Jl. KH Dahlan Yogyakarta. Dari dekat tim melihat kecukupan stok yang ada di sana berupa tepung, minyak goreng maupun gula pasir.

Dalam kesempatan tersebut Tejo sang pemilik mengemukakan adanya ketersediaan stok yang cukup. Namun demikian, dia juga mengeluhkan adanya gula ravinasi yang beredar di wilayah Yogyakarta. 

Ini menyebabkan gula lokal agak kurang laku karena mempunyai selisih harga lebih murah sekitar Rp.2000,-.

Target selanjutnya Tim menyasar ke Superindo yang terletak di Jalan Sultan Agung dan dilanjutkan ke pasar tradisional  Kranggan dan Pasar Beringharjo.

Di kedua pasar tersebut tidak ditemui adanya kenaikan harga yang signifikan, bahkan harga cenderung stabil. 

Hanya ada beberapa komoditi yang sedikit mengalami kenaikan, yaitu bawang merah sedang  maupun cabe merah keriting. Dalam hal ini Cabai rawit merah naik dari Rp.28.000,- menjadi Rp.32.000,-.

Tri Saktiyono mengemukakan di pasar maupun di gudang Bulog ketersediaan cukup. Di Bulog wilayah  DIY, Kedu tersedia beras 40.000 ton, yang cukup untuk persediaan 4 atau lima bulan ke depan. 

Selain itu tersedia stok minyak 23.000 liter, tepung terigu tersedia 19 ton serta gula pasir tersedia 200 ton.