Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan kendaraan tempur (ranpur) milik Thales di Bendigo, Australia, Senin.

Dalam rombongan ikut juga Dirtekind Ditjen Pothan Laksma TNI Sriyanto, Asrenad Mayjen TNI Hassanudin, Danpussenif Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Dirut Pindad Abraham Mose, Atase Darat RI di Canberra Kol. inf Herbert Tambunan, sejumlah pejabat Kemhan, Pindad, serta KemenPPN.

“Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO. Kita mau melhat kemampuan dan peluang kerjasama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad,” ujar Wamehan.

Menurut Wamenhan Australia merupakan negara yang banyak melakukan Penelitian dan Pengembangan di bidang pertahanan namun tidak banyak yang diindustrialisasi menjadi produk masterpice,tetapi lebih cenderung sebagai global supply chain.

Atas kondisi ini, lanjutnya, hal yang perlu didorong sebagai potensi kerjasama adalah meningkatkan produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional atas produk First Article yang belum digunakan User diantaranya Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation dll.

Untuk diketahui, fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei.

Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, serta selama beroperasi di medan tempur belum ada pernah korban jiwa. Semua ini berkat desain yang dibuat Thales.

Dalam kunjungan itu Wamenhan dan Menteri PPN memanfaatkan kesempatan merasakan dan melihat langsung kendaraan Bushmaster dan Hawkei sembari bertanya-tanya ke manajemen Thales tentang proses produksi dan menjajaki peluang kerjasama yang bisa dikembangkan dengan Pindad.