Seluruh indeks di bursa saham utama Asia terlihat masih terjebak di rentang gerak sempit dalam mengawali sesi pagi ini, Rabu (11/12).

Sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini, Rabu (11/12) akhirnya telah diawali dengan gerak indeks di rentang sempiut di seluruh bursa saham utama Asia. Pelaku pasar terlihat masih cenderung menantikan kepastian dua sentimen penting dalam nenjalani sesi perdagangan kali ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, sentimen pertama datang dari prospek meragukan perundingan dagang AS-China untuk segera menyegel  kesepakatan dagang parsial di tengah semakin dekatnya batas waktu penaikkan tarif masuk produk China oleh Washington pada 15 Desember mendatang.

Sementara serntimen berikutnya datang dari langkah bank sentral AS, The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pimpinannya yang akan berakhir Rabu malam nanti waktu Indonesia barat.

Dengan masa penantian terhadap dua sentimen tersebut, pelaku oasar akhirnya masih belum mampu menentukan arah gerak pasar dalam menjkalani sesi perdagangan pagi ini. Gerak indeks akhirnya kembali terjebak di rentang sempit dan bisa beralih mixed.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) menguat tipis 0,1% untuk menjejak posisi 23.432,43, sementara indeks ASX 200 (Australia) naik 0,39% untuk berada di 6.733,0, dan indeks KOSPI (korea Selatan) yang beralih positif dengan naik tipis 0,16% untuk menjangkau posisi 2.101,46.

Dengan bekal sentimen dari bursa Asia yang masih dalam keraguan tersebut, sesi perdagangan saham di bursa efek Indonesia yang akan dibuka beberapa menit ke depan diyakini akan kembali terjebak di rentang moderat.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkurakan sulit membukukan gerak tajam.