Harga minyak untuk jenis WTI kini semakin dekat dengan level psikologis pentingnya di kisaran $60 per barel.

Sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (10/12) akhirnya diwarnai dengan gerak menguat kembali harga komoditas penting dunia, Minyak. Harga komoditas yang sangat strategis dalam menyokong kinerja perekonomian dunia itu kembali menguat untuk semakin  dekat menembus level psikologisnya di kisaran $60 per barel.

Pantauan menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang terhenti di kisaran $59,24 per barel  pada sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Sentimen dari keraguanperundinga dagang AS-China untuk menyegel kesepakatan dagang parsial, masih menjadi perhatian besar pelaku pasar.

Namun langkah kukuh organisasi kartel minyak dunia, OPEC  yang berhasil menggalang kerjasama pemangkasan produksi dunia bersama dengan sejumlah negara produsen non OPEC  untuk menurunkan produksi hingga kisara 1,7 juta barel per hari telah mampu mempertahankan gerak positif harga minyak.

Gerak naik yang berlanjut kemudian semakin memperpanjang berlakunya tren penguatan jangka menengah untuk semakin berpeluang menembus level psikologisnya di $60 per barel.

Pantauan terkini di sesi perdagangan pagi ini di Asia, Rabu (11/12) memperlihatkan, gerak harga minyak yang memang melemah, namun dalam taraf sangat sempit. Harga minyak terkini untuk jenis WTI  di Asia bertengger di kisaran $59,09 per barel atau melemah moderat 0,25%.

Hanya sentimen kegagalan perundingan dagang AS-China yang kini mampu untuk membuat gerak harga minyak berbalik runtuh, di tengah situasi teknikal yang masih solid berada dalam tren penguatan.