Penurunan harga minyak terlihat lebih mencerminkan pola teknikal yang wajar usai membukukan lonjakan ekstrim di pekan lalu.

Investor di pasar komoditas minyak dunia sepertinya masih belum juga menemukan sentimen yang meyakinkan untuk benar-benar keluar dari komoditas yang strategis dan penting itu. Akibatnya gerak harga minyak dunia terlihat masih mampu bertahan di level  tingginya di dekat kisaran $670 per barel.

Laporan terkini dari sesi perdagangan yang baru berakhir beberapa jam lalu menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang ditutup di kisaran $58,08 per barel, dengan serangkaian sentimen terkini yang menyita  perhatian investor masih datang dari kesepakatan dagang AS-China.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kesepakatan dagang tahap pertama AS-China yang segera disegel pada Rabu (15/1) besok di Washington. Penyegelan kesepakatan dagang tersebut sekaligus menjadi landasan bagi pelaku pasar untuk menatap optimis  pada prospek permintaan minyak dunia.

Gerak turun memang telah terjadi pada harga minyak, namun penurunan yang terjadi sekedar koreksi wajar secara teknikal usai melakukan lonjakan ekstrim akibat sokongan sentimen ketegangan AS-Iran beberapa waktu lalu. Bertahannya posisi harga minyak di sekitaran level psikologis pentingnya di $60 per barel mengindikasikan masih optimisnya pelaku pasar terhadap komoditas strategis dan vital dalam kinerja perekonomian global ini.

Sementara tinjauan teknikal secara keseluruhan memperlihatkan, tren penguatan jangka menengah yang masih berlaku hingga kini, dan oleh karenanya, gerak naik lebih lanuut di beberapa hari sesi perdagangan ke depan, masih berpeluang besar untuk terjadi.