IHSG terlihat konsisten menapak penguatan terbatas di sepanjang sesi pagi ini, Selasa (14/1).

Sesi perdagangan saham pagi hari kedua pekan inik Selasa (14/1) akhirnya ditutup dengan gerak indeks di rentang terbatas. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia terlihat kembali kesulitan untuk mengikuti irama lonjakan indeks yang kembali mendera bursa saham utama Asia.

Laporan terkini dari kesepakatan dagang tahap pertama AS-China menunjukkan, langkah Washington yang menghapus China dari daftar negara yang dituding melakukan manipulasi nilai tukar mata uang sebagai langkah positif dan semakin mengukuhkan keyakinan bahwa kesepakatan dagang tahap pertama AS-China sekedar menunggu waktu untuk disegel Rabu besok (15/1).

Sentimen dari hubungan AS-China  tersebut masih menjadi andalan bagi pelaku oasar untuk bertahan dengan sikap optimis.  Terlebih di sesi perdagangan sebelumnya, sentimen yang sama telah mengangkat indeks Wall Street cukup signifikan.

Hingga ulasan ini disunting,  indeks Nikkei (Jepang) terpantau melonjak 0,61% untuk menjangkau posisi 24.022,45, indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah tipis  0,18% untuk berada di posisi 28.901,93, sementara indeks ASX 200 (Australia) melonjak 0,66% untuk berada di 6.949,5, dan indeks KOSPI (Kore Selatan) yang naik 0,37% untuk menjejak posisi 2.237,41.

Sementara laporan dari sesi perdagangan di Jakarta menunjukkan, gerak IHSG yang terlihat lelet dengan hanya membukukan kenaikan moderat. IHSG kemudian menutup sesi pagi ini dengan naik hanya 0,15% untuk terhenti di 6.306,12.

Laporan lebih mengesankan  datang dari pasar valuta, di mana gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang kembali kukuh berada di zona penguatan. Terkini Rupiah bertengger di kisaran Rp13.650 per Dolar AS atau melesat 0,4%.