Oleh sebab itu, Kemenpan-RB masih memetakan kompetensi dan latar belakang para ASN tersebut

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo membuka peluang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pasangan pegawai swasta untuk tak ikut pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.

"Mungkin tidak [pindah] istri atau suami yang beda kementerian atau lembaga ikut dipindah ke sana [ibu kota baru]. Kalau [salah satunya bekerja] di swasta kan tidak mungkin," kata dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/01/2020).

"Ada faktor-faktor plus minus yang harus menjadi bahan pertimbangan. Ini kalau tidak dilihat aspek itu, kan jadi bolak-balik pulangnya," tambah Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo sebelumnya menyebut ada kemungkinan tak semua (118.513 oramg) ASN ikut pindah ke ibu kota baru kelak. Oleh sebab itu, Kemenpan-RB masih memetakan kompetensi dan latar belakang para ASN tersebut.

Dikatakan Tjahjo Kumolo, pihaknya lebih mementingkan fokus kerja dari ASN terkait. Hal ini pula yang jadi bahan pengecekan oleh Kemenpan RB. "Seharusnya ASN ditugaskan di mana saja harus siap dong, di seluruh wilayah NKRI dia harus siap bertugas. Cuma ini ibu kota baru supaya dia fokus kerjanya perlu dicek [latar belakang] tadi," urai Tjahjo Kumolo.

Pendataan seluruh kebutuhan ASN di ibu kota baru, kata Tjahjo Kumolo, setidaknya akan selesai pada tahun ini. Kemudian, data itu akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, lanjut Tjahjo Kumolo, konstruksi ibu kota negara baru akan dilakukan pada akhir tahun ini dengan target rampung pada 2023. ASN pun bisa pindah ke sana mulai 2024. "Secara prinsip perintah presiden sekaligus, tidak bertahap," tutupnya.