Diketahui, Irjen (Pol) Drs Arman Depari merupakan seorang perwira tinggi Polri yang telah malang-melintang di dunia reserse. Jebolan Akpol 1985 ini melejit namanya ketika ikut mengungkap pelaku Bom Bali 1 pada 2002 silam. Saat itu, Arman ikut meringkus teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten.

Kecerobohan dan keteledoran data dari pihak Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM akhirnya memakan tumbal. Dirjen Imigrasi Ronny Sompie dicopot dari jabatannya oleh Menkumham Yasonna Laoly lantaran dianggap tidak cakap dalam memantau keluar-masuk WNI ke luar negeri. Alhasil, buronan KPK Harun Masiku bisa melenggang keluar dari Indonesia dan masuk kembali ke Tanah Air.

Terlepas dari kasus tersebut, kini beredar calon pengganti yang tepat di bekas kursi Sompie. Untuk itu, Yasonna diharapkan lebih teliti mencari pengganti Sompie. Yakni sosok yang telah dikenal masyarakat dan memiliki rekam jejak yang baik. Terpenting lagi tidak pernah terlibat kasus.

Pengamat intelijen Fauka Noer Farid kemudian menyodorkan nama Irjen Arman Depari sebagai suksesor Sompie. “Arman bersih dari segala hal,” ujar Fauka dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1/2020).

Fauka yang juga Direktur Eksekutif Institut Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII) ini melanjutkan, Arman Depari yang saat ini menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan seorang pekerja keras. "Latar belakangnya sama dengan Ronny Sompie yang terdahulu, dan selama ini juga tak terlibat apapun," ujarnya.

Arman sejak berkecimpung menangani peredaran narkotika, telah banyak berhubungan dengan instansi negara. Hal itu menjadi nilai tambah saat mengisi jabatan Dirjen Imigrasi agar lebih mudah berkoordinasi dengan baik. "Dengan modal itu saya rasa pengawasan orang asing bisa semakin lebih terjaga," katanya.

Diketahui, Irjen (Pol) Drs Arman Depari merupakan seorang perwira tinggi Polri yang telah malang-melintang di dunia reserse. Jebolan Akpol 1985 ini melejit namanya ketika ikut mengungkap pelaku Bom Bali 1 pada 2002 silam. Saat itu, Arman ikut meringkus teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten.

Arman yang lahir di Berastagi, Sumatera Utara, 1 Agustus 1962 juga pernah menduduki jabatan penting. Antara lain, Kepala Densus 88 Polda Sumut, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Direktur Narkoba Mabes Polri, dan Kapolda Kepulauan Riau. Kemudian sejak 1 Januari 2016, Arman dipercaya sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Fauka optimistis jika keberadaan Arman di Dirjen Imigrasi, bisa mendukung kinerja Yasonna. Itu karena selama ini Arman terbiasa berjibaku dengan peredaran narkotika, sehingga pengawasan terhadap orang asing akan lebih ketat. "Di satu sisi pastinya peredaran narkoba yang akan masuk ke Indonesia bisa lebih terpantau," katanya.

Apalagi, Arman sebentar lagi akan memasuki masa purnabakti. Dengan menempatkan mantan Kapolda Kepulauan Riau ini sebagai Dirjen Imigrasi, dipastikan akan menambah daya gedor Imigrasi. "Memang hak pemilihan Dirjen itu ada di tangan Menkumham, tapi dengan saran yang kami sampaikan diharapkan bisa menjadi pertimbangan," katanya.