Sebelumnya, Komisi III DPR telah menetapkan delapan nama untuk calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc.

Sebanyak 5 hakim agung dan 3 hakim ad hoc resmi disahkan DPR pada Senin (3/2/2020). Rapat paripurna yang dihadiri oleh 289 wakil rakyat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. Hadir mendampingi Aziz, Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.

Sebelumnya, Komisi III DPR telah menetapkan delapan nama untuk calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc. Sebelum ditetapkan mereka terlebih dahulu menjalani seleksi melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test)

Delapan hakim tersebut, yakni Soesilo (Hakim Agung Kamar Pidana), Dwi Sugiarto (Hakim Agung Kamara Perdata), Rahmi Mulyati (Hakim Agung Kamar Perdata), Busra (Hakim Agung Kamar Agama), dan Brigjen TNI Sugeng Sutrisno (Hakim Agung Kamar Militer), Agus Yunianto dan Ansori (Hakim Ad Hoc Tipikor pada MA), dan Sugianto (Hakim Ad Hoc Hubungan Industrial pada MA).

"Alhamdulillah hari ini rapat paripurna mengesahkan 5 hakim agung dan 3 hakim Adhoc yang diusulkan Mahkamah Agung sehingga dalam mekanismenya sekarang yang bersangkutan sudah bisa menjalankan tugasnya sebagai hakim yang sudah terpilih," ujar Ketua DPR RI Puan Maharani sembari mengharapkan kedelapan hakim tersebut dapat menjalankan tugas-tugas dengan baik.

Puan mengakui, saat ini kebutuhan hakim masih tinggi. Karena itu MA diharapkan bisa kembali mengusulkan nama-nama calon hakim untuk diproses.

"Kami berharap secepatnya pun MA bisa mengusulkan nama-nama lain kemudian melakukan mekanisme yang ada di sana dan mekanisme di DPR sehingga kebutuhan hakim-hakim yang dibutuhkan MA bisa terpenuhi," ujar politisi PDIP ini.