Sementara untuk tahun ini bertambah Rp 3,7 triliun sehingga jumlah kewajiban polis mencapai Rp 16,1 triliun.

Pembayaran polis nasabah Jiwasraya yang telah jatuh tempo akan mulai dilakukan pada Maret 2020 nanti. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap dan akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada para pensiunan, pegawai, dan masyarakat kelas bawah. Adapun total gagal bayar per Januari 2020 mencapai Rp 16 triliun.

Sebagai informasi, gagal bayar produk bancassurance JS Saving Plan periode Oktober-Desember 2019 sebesar Rp 12,4 triliun. Sementara untuk tahun ini bertambah Rp 3,7 triliun sehingga jumlah kewajiban polis mencapai Rp 16,1 triliun.

Namun sejauh ini, Kementerian BUMN belum bisa memastikan dari mana sumber dana untuk pembayaran karena masih akan didiskusikan dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi IV dan XI DPR.

"Belum karena masih ke Panja dulu. Kami masih diskusikan dengan Kementerian Keuangan dan OJK, sudah diskusi kemarin mengenai skema dan kebutuhannya, tapi memang nanti untuk persetujuan penggunaan kas-nya dari mana memang kita harus diskusi dengan komisi VI dan XI dulu lah," kata Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga memastikan perlindungan dan kepastian kepada para nasabah menjadi prioritas dalam menyelesaikan skandal di Jiwasraya. Kepastian tersebut akan disampaikan pemerintah pada Maret 2020.

Terkait pembayaran klaim pada akhir Maret, Erick menjelaskan proses pembayaran dana nasabah menjadi prioritas utama dari Panja dan harus ada opsi penyelesaian yang berjalan.