Menariknya, serangan demi serangan itu paling rajin datang dari Gerindra, partai politik yang pernah membesarkan nama Ahok.

Sindiran hingga kritikan keras sudah biasa dialami Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Baik ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga jabatan terbarunya sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Menariknya, serangan demi serangan itu paling rajin datang dari Gerindra, partai politik yang pernah membesarkan nama Ahok.

Lihat saja, ketika Ahok dilantik sebagai Komut Pertamina, politisi Gerindra Fadli Zon langsung menyerang Ahok dengan menyasar soal kompetensi yang dimilikinya. Bagi Fadli, Ahok tidak tepat ditempatkan di perusahaan BUMN Migas. Tak cocok dengan latar belakangnya.

Terbaru, dan ini cukup menghebohkan, ketika politisi Gerindra Andre Rosiade ikut-ikutan menyerang Ahok. Menurut Andre yang saat ini tercatat sebagai anggota Komisi VI DPR, kehadiran Ahok di berbagai rapat dan kesempatan seolah menggambarkan status Ahok yang sebetulnya menjabat Komut tetapi rasanya seperti Dirut. Singkatnya, Komut rasa Dirut.

Namun, tersinggungkah Ahok atas serangan itu? Ternyata tidak juga. Paling tidak bila mengutip pernyataan Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin, yang mengaku telah menjawab dari Ahok sendiri. 

"Aku sudah sampaikan ke Pak Ahok. Pak Ahok bilang nggak, itu salah. Ini kita dirut yang menyaru (menyamar) jadi komut. Begitulah kata Pak Ahok," ujar Budi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Jawaban santai itu menggambarkan bahwa Ahok memang sudah kebal dengan segala serangan yang dilancarkan Gerindra. Ahok seolah tidak peduli dengan politisi parpol besutan Prabowo Subianto tersebut. Barangkali, Ahok hanya fokus pada tugas utamanya di Pertamina. Yakni sebagai pendobrak, sebagaimana dijanjikan Menteri BUMN Erick Thohir sesaat setelah mengangkat Ahok sebagai Komut Pertamina.