Bank Dunia dengan tegas menyatakan keengganannya untuk mengucurkan bantuan keuangan pada China guna menanggulangi Coronavirus.

Pemerintah China nampaknya memang harus menanggung konsekuensi yang cukup membanggakan. Dengan torehan kinerja perekonomian yangsangat gemilang dalam beberapa dekade terakhir, telah membuat negeri terpadat di dunia itu menjadi salah satu kekuatan penting dan terbesar di dunia.

Konsekuensinya, tentu otoritas Bank Dunia yang telah dengan tegas berniat menghentikan bantuan keuangan bagi negeri Panda itu, yang kini sedang melakukan upaya keras menanggulangi persebaran wabah Coronavirus.

Laporan terkini menyebutkan, Bank Dunia yang kini dipimpin orang kepercayaan Presiden AS Donald Trump, David Malpass yang dengan tegas menyatakan tidak akan memberikan bantuan keuangan pada China dalam menangani Coronavirus yang menurut kabar terkini telah menewaskan lebih dari 1.000 korban jiwa.

Malpass menekankan, pihaknya hanya akan memberikan bantuan teknis  yang menyangkut bidang kesehatan, sanitasi, serta kebijakan penanganan penyakit.

Pernyataan Malpass bisa dipahami banyak pihak, mengingat China selama ini telah menjadi negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia dengan mencapai $3,1 triliun. China oleh karenanya kini telah menjadi negara paling tajir di dunia dalam hal penguasaan cadangan devisa.

Namun demikian, China di sisi lainnya, yang merupakan pemegang saham terbesar ketiga di Bank Dunia di bawah AS dan Jepang, tentu masih kecewa dengan langkah Malpass yang ogah mengucurkan bantuan keuangan tersebut.