Paloh mendapatkan penjelasan dari pemerintah bahwa kasus itu cukup lewat panitia kerja di DPR.

Teki-teki terbentuk Pansus Jiwasraya terbentur di Parlemen terkuak. Presiden PKS Sohibul Iman menduga Presiden Joko Widodo tidak ingin kasus Jiwasraya ditangani DPR dengan panitia khusus (Pansus). Info itu diperoleh dari mulut Ketum NasDem Surya Paloh.

Menurut Sohibul, Paloh dalam pertemuan dengan PKS bercerita awalnya percaya kasus Jiwasraya harus diselesaikan melalui Pansus. Namun, Paloh mendapatkan penjelasan dari pemerintah bahwa kasus itu cukup lewat panitia kerja di DPR.

"Jadi, awalnya NasDem itu percaya bahwa ini bisa diselesaikan oleh pansus, tapi saya mendapat, kata Surya Paloh, 'saya mendapat penjelasan dari teman-teman pemerintah bahwa dengan panja juga cukup," kata Sohibul menirukan Paloh, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2).

Karena itu Paloh dan NasDem berubah pikiran dan lebih mendukung Panja. Kendati, Paloh tak masalah jika dibawa ke arah Pansus.

Sohibul menilai, sikap Paloh dan NasDem sebetulnya objektif. Namun ada faktor politik yang membuat NasDem batal mendukung Pansus.

Dia pun menduga, bahwa perubahan pikiran Paloh karena Presiden Joko Widodo tidak menginginkan Pansus dan meminta agar hanya ditangani melalui Panja.

"Mungkin, saya enggak tahu, mungkin ya," kata Sohibul.

Dia yakin fraksi koalisi pemerintah bakal menolak Pansus di DPR. Namun, PKS yakin akan objektif dalam mengusulkan Pansus Jiwasraya agar tidak ada yang ditutupi.

"Justru kalau dibuka itu akan memberikan dukungan yang positif bagi pemerintah, bahwa pemerintah tak terlibat di situ," pungkas Sohibul.