Tantangan memburu KPK itu mau tak mau ikut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Ditjen Imigrasi, Kemenkumham. Hanya saja, Menteri Yasonna belum juga menunjuk Dirjen Imigrasi yang definitif pengganti Sompie.

Sudah hampir sebulan kursi Dirjen Imigrasi lowong setelah Menkumham Yasonna Laoly mencopot Ronny Sompie, akhir Januari 2020. Untuk sementara, Sompie digantikan oleh Irjen Kemenkum HAM sebelum adanya Dirjen Imigrasi definitif. Selain Sompie, Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian juga difungsionalkan.

"Dan Sistik-nya Keimigrasian juga. Karena sangat menentukan itu mengapa sistem tidak berjalan dengan baik. Mereka bertanggungjawab soal itu," ujar Yasonna menyusul kecerobohan data pihak Imigrasi hingga membuat buronan KPK Harun Masiku leluasa keluar-masuk ke dalam negeri.

Diketahui, Harun yang diburu KPK berkaitan dengan kasus suap dalam pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP. Harun disangkakan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat aktif sebagai Komisioner KPU. Wahyu dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020 atau sehari setelah Harun tiba di Jakarta. Namun Ditjen Imigrasi semula pernah mencatat Harun belum kembali ke Indonesia sejak pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.

Anehnya, buronan Harun Masiku hingga kini keberadaannya tetap misterius. Tak seorang pun yang tahu di mana Harun berada. KPK sendiri telah mengimbau semua pihak untuk memberikan informasi terkait keberadaan Harun Masiku. Tantangan memburu Harun kemudian dibuka untuk publik.

Tantangan memburu KPK itu mau tak mau ikut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Ditjen Imigrasi, Kemenkumham. Hanya saja, Menteri Yasonna belum juga menunjuk Dirjen Imigrasi yang definitif pengganti Sompie.

Lantas, siapakah Dirjen Imigrasi yang tepat menggantikan Sompie? Pengamat intelijen Fauka Noer Farid telah menyodorkan nama Irjen Arman Depari sebagai suksesor Sompie. “Arman bersih dari segala hal,” ujar Fauka dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1/2020).

Fauka yang juga Direktur Eksekutif Institut Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII) ini melanjutkan, Arman Depari yang saat ini menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan seorang pekerja keras. "Latar belakangnya sama dengan Ronny Sompie yang terdahulu, dan selama ini juga tak terlibat apapun," ujarnya.

Arman sejak berkecimpung menangani peredaran narkotika, telah banyak berhubungan dengan instansi negara. Hal itu menjadi nilai tambah saat mengisi jabatan Dirjen Imigrasi agar lebih mudah berkoordinasi dengan baik. "Dengan modal itu saya rasa pengawasan orang asing bisa semakin lebih terjaga," kata Fauka.

Diketahui, Irjen (Pol) Drs Arman Depari merupakan seorang perwira tinggi Polri yang telah malang-melintang di dunia reserse. Jebolan Akpol 1985 ini melejit namanya ketika ikut mengungkap pelaku Bom Bali 1 pada 2002 silam. Saat itu, Arman ikut meringkus teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten.

Arman yang lahir di Berastagi, Sumatera Utara, 1 Agustus 1962 juga pernah menduduki jabatan penting. Antara lain, Kepala Densus 88 Polda Sumut, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Direktur Narkoba Mabes Polri, dan Kapolda Kepulauan Riau. Kemudian sejak 1 Januari 2016, Arman dipercaya sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Fauka optimistis jika keberadaan Arman di Dirjen Imigrasi, bisa mendukung kinerja Yasonna. Itu karena selama ini Arman terbiasa berjibaku dengan peredaran narkotika, sehingga pengawasan terhadap orang asing akan lebih ketat. "Di satu sisi pastinya peredaran narkoba yang akan masuk ke Indonesia bisa lebih terpantau," katanya.

Apalagi, Arman sebentar lagi akan memasuki masa purnabakti. Dengan menempatkan mantan Kapolda Kepulauan Riau ini sebagai Dirjen Imigrasi, dipastikan akan menambah daya gedor Imigrasi. "Memang hak pemilihan Dirjen itu ada di tangan Menkumham, tapi dengan saran yang kami sampaikan diharapkan bisa menjadi pertimbangan," katanya.

Penambahan daya gedor Imigrasi, seperti disebutkan Fauka, sepertinya memang layak dipertimbangkan Menteri Yasonna. Termasuk dalam upaya menangkap buronan Harun Masiku. Sebuah tantangan untuk Jenderal Arman.