Produksi crude palm oil (CPO/minyak mentah kwlapa sawit) berkisar 2,5 – 3,5 juta ton / tahun

Kaltim memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan, khususnya kelapa sawit. Dialokasikan ruang 3,269 juta hektar (Ha) dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltim.

"Hingga tahun 2019 total luas kebun mencapai 1,357 juta Ha. Didominasi perkebunan kelapa sawit seluas 1,2 juta Ha atau 88,33 persen dari luasan subsektor perkebunan," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim H Ujang Rahmad pada Sosialisasi dan Klinik Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) 2020 di Balikpapan,.

Atas luasan lahan perkebunan kelapa sawit itu, mampu produksi crude palm oil (CPO/minyak mentah kwlapa sawit) berkisar 2,5 – 3,5 juta ton pertahun.

Ujang mengungkapkan perkebunan kelapa sawit sering dihadapkan pada banyak persoalan dan kendala. Seperti soal harga yang tidak stabil, konflik kepemilikan

lahan dan masalah lingkungan hidup. "Akan tetapi perkebunan sawit masih sangat prospektif di Kaltim," ujarnya.

Utamanya, sektor yang diandalkan sebagai pengganti Migas yang merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) yang suatu saat potensinya akan habis.

Visi pembangun Kaltim Berdaulat dijabarkan dalam misi pengelolaan SDA yang optimal dan berpihak pada keuntungan seluas-luasnya bagi masyarakat.

Artinya, lanjut Ujang, ketika perusahaan perkebunan dibuka, infrastruktur terbangun, perekonomian naik, masyarakat sekitar terlibat dan kesejahteraan mereka turut meningkat.

Seminar dan Klinik ISPO diikuti 100 peserta dan menghadirkan narasumber Kepala Sekretariat Komisi ISPO - Ditjen Perkebunan Kementan Ir Azis Hidayat dan Ir Heri Moerdiono. Tampak Ketua Gapki Kaltim Muhammadsjah Djafar dan Ketua Gapki Kaltara, Korporasi Pelaku Usaha Bisnis Kepala Sawit.