Anies juga merupakan kepala daerah dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91.7 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon Presiden terkuat di antara nama-nama kepala daerah besar. Anies menjadi calon terkuat dengan prosentase 31,7 persen.

Angka itu adalah hasil survei Indobarometer yang digelar Januari 2020. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, nama Anies diikuti sejumlah nama kepala daerah populer di Indonesia yang berpeluang menjadi capres.

Mereka di antaranya Ganjar Pranowo 11.8 persen, Tri Rismaharini 9.9 persen, Ridwan Kamil 8.2 persen, Khofifah Indar Parawansa 5.6 persen, dan Nurdin Abdullah 0.8 persen.

Anies juga merupakan kepala daerah dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91.7 persen, kemudian Ridwan Kamil 65.8 persen dan Khofifah Indar Parawansa 55.8 persen. Sementara Tri Rismaharini 49.4 persen, Ganjar Pranowo 47.8 persen dan Nurdin Abdullah 10.7 persen.

Meski nama lain seperti Ganjar dan Risma masih terbilang ecek-ecek, Anies harus tetap waspada karena pengenalan kompetitornya masih di bawah 90%.

“Jika popularitas Ridwan Kamil, Ganjar atau Risma mencapai 90% dinamika suara bisa berubah”. Kata Qodari dalam pemaparan hasil survei Indobarometer yang digelar di Senayan, Jakarta, (23/02)

Qodari melanjutkan, dikenalnya Anies Baswedan tak lepas dari daerah yang dipimpinnya. DKI Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat media massa khususnya televisi membuat liputan kepada gubernur DKI Jakarta sangatlah tinggi.

“Anies Baswedan bisa mengikuti succes story-nya Pak Jokowi," ucap Qodari.

Bahkan, menurut Qodari, Anies bisa menjadi pesaing Prabowo Subianto yang masih menjadi salah satu capres paling populer.

Dalam setiap kontestasi politik, Qodari menambahkan, para kandidat harus memperhatikan variabel pengenalan dan kinerja sebagai ukuran rakyat untuk memilih. Ia mengatakan, siapa yang paling dikenal dan kinerjanya paling bagus, maka akan dipilih oleh rakyat Indonesia.

Untuk diketahui survei ini menggunakan sebanyak 1200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.