Gerak runtuh harga minyak awal pekan ini, Senin (24/2) membuat pola teknikal kesulitan untuk berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah.

Aksi demonstrasi menentang Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) yang kini memimpin perusahaan BUMN  perminyakan strategis Pertamina digelar.  Dengan berbagai dalih, Ahok dituntut untuk lengser dari jabatannya.

Namun situasi terkini dari pasar minyak dunia memperlihatkan kinerja Ahok yang semakin tersokong. Senbtimen persebaran wabah penyakit mematikan asal China, Coronavirus yang kini mulai dikhawatirkan merambah ganas di Korea Selatan dan Eropa serta Jepang, mendorong kepanikan pelaku pasar untuk keluar dari pasar minyak dunia.

Harga minyak akhirnya melakukan gerak runtuh cukup ekstrim dalam membuka sesi perdagangan awal pekan pagi ini di Asia, Senin (24/2). Pantauan menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang kini bertengger di kisaran $52,09 per barel setelah tertebas tragis 3,32%.

Konsekuensi teknikal dari gerak runtuh curam tersebut tentu membuat tren pelemahan jangka menengah harga minyak semakin kukuh yuntuk kembali menembus ke bawah level psimkologis pentingnya di kisaram $50 per barel.

Grafik harian terkini berikut memperlihatkan pola teknikal  harga minyak yang semakin bersahabat untuk menyokong kinerja Ahok  untuk kembali berpeluang besar  menurunkan harga BBM:   

Tren jual jangka menengah harga minyak dunia terlihat  telah berakhir dan kini sedang rawan untuk berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah yang menakutkan. Harga minyak akan membentuk tren penguatan bila mampu bergerak konsisten di atas $52,9 per barel dalam 7 hari sesi perdagangan.

Namun sebagaimana terlihat  pada grafik di atas, usai harga minyak berada di atas kisaran $53 per barel justru dengan tragis langsung rontok di sesi pagi ini untuk berada di kisaran $52,09 per barel. Pem,bentukan tren penguatan jangka menengah oleh karenanya menjadi sangat sulit, dan gerak turun lebih jauh harga minyak dunia kembali berpeluang besar hingga beberapa wakltu ke depan,

Sementara sentimen dari Coronavirus terlihat masih mengganas, gerak turun lebih curam harga minyak dunia masih sulit untuk ditepis untuk kemudian membuka lebih lebar peluang penurunan harga BBM yang tentu akan menjadi prestasi bagi kinerja Ahok di Pertamina.

Happy Trading.