Pola teknikal yang terbentuk kini telah menyajikan peluang sangat besar bagi Rupiah untuk melemah lebih lanjut dan sekaligus menginjak level psikologis pentingnya di kisaran Rp14.000 per Dolar AS.

Sentimen dari persebaran wabahpenyakit mematikan akibat infeksi Coronavirus, na,paknya akan menjadi sumber kekhawatiran besar bagi pemerintahan Presiden Jokowi. Laporan terkini yang beredar di kalangan pelaku pasar menyebutkan, persebaran wabah yang berasal dari China tersebut yang telah mengurung tiga negara dengan kawasan yang berbeda, yaitu Iran, Korea Selatan dan Italia.

Jumlah korban tewas dan angka kasus infeksi di tiga negara tersebut dilaporkan melonjak dengan cepat, setelah China justru melaporkan perlambatan yang signifikan. Situasi tersebut memantik langkah investor untuk memburu mata uang teraman, dan Dolar AS menjadi gantungan yang paling favorit.

Konsekuensinya, mata uang Rupiah kini berada dalam ancaman serius, dan gerak merosot tajam dan konsisten  Rupiah dalam 4 hari sesi perdagangan terakhir telah menghantarkan pola teknikal yang sangat serius sebagaimana tergambar dalam grafik harian terkini berikut (yang diambil dari tradingview.com):

Tren pelemahan jangka menengah telah terbentuk di sesi perdagangan kemarin, Senin (24/2) setelah Rupiah merosot sangat curam untuk kini bertengger di kisaran Rp13.860 per Dolar AS.

Kabar buruknya, pola teknikal pada grafik di atas dengan jelas memperlihatkan telah terbentuknya tren jual jangka menengah yang cukup solid untuk sekaligus menandakan peluang sangat besar bagi Rupiah untuk terus melemah.

Dengan pola teknikal tersebut, Rupiah sangat mungkin untuk kembali menginjak  level psikologis pentingnya di kisaran Rp14.000 per Dolar AS, dan pemerintahan Jokowi tentu harus mengambil langkah antisipasi yang sangat diperlukan.

Happy Trading.