Harga minyak untuk jenis WTI ditutup di kisaran $49,9 per barel dalam sesi perdagangan Selasa (25/2) yang berakhir beberapa jam lalu,

Keberuntungan Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) yang kini terlibat dalam jajaran  pimpinan perusahaan BUMN perminyakan,  Pertamina, nampaknya semakin menjadi. Tak lain adalah sentimen dari kepanikan pelaku pasar akan terjadinya pandemi wabah Coronavirus yang kini semakin serius.

Laporan terkini dari AS sebelumnya menyebutkan, otoritas negeri itu yang telah memperingatkan kemungkinan sulitnya AS menghindar dari persebaran wabah yang berasal dari China itu hingga akan mengganggu kinerja perekonomian AS dalam taraf signifikan.

Laporan terkait sebelumnya juga menyebutkan, persebaran wabah Coronavirus yang semakin meluas terutama di Italia, Iran dan Korea Selatan. Sementara di AS sendiri, infeksi Coronavirus tercatat telah mencapai 53 kasus.  

Peringatan tersebut berhasil memantik kepanikan pelaku pasar akan ancaman runtuhnya permintaan minyak dunia.  Kinerja erekonomian global yang mengalami gangguan serius dari Coronavirus, dengan sendirinya menjadi kabar suram bagi prospek permintaan minyak dunia.

Penilaian tersebut kemudian menggiring pelaku pasar untuk keluar dari pasat komopdoitas penting dan strategis itu. Gerak runtuh tajam harga minyak dunia akhirnya kembali terjadi. Harga minyak untuk jenis WTI bahkan ditutup di kisaran $49,9 per barel dalam sesi perdagangan Selasa (25/2)  yang berakhir beberpa jam lalu itu setelah terjungkal 3%.

Runtuh tajamnya kembali harga kinyak ini tentu akan menjadi bekal berharga bagi Ahok untuk membuka peluang lebar menurunkan harga jual BBM.