Bukan hanya nominal Rp 10 triliun yang total dikucurkan untuk insentif pariwisata, tapi juga soal adanya dana sebesar Rp 72 miliar untuk influencer

Menghadapi fenomema virus corona atau 2019-nCov atau COVID-19 yang telah memporak porandakan sektor pariwisata di Indonesia, Pemerintah Indonesia menggelontorkan dana hingga Rp10 triliun.

Nilai fantastis tersebut tak ayal membuat banyak terkaget-kaget. Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule termasuk yang sangat terkejut saat mendengar nilai yang dia anggap fantastis tersebut. 

Bukan hanya nominal Rp 10 triliun yang total dikucurkan untuk insentif pariwisata, tapi juga soal adanya dana sebesar Rp 72 miliar untuk influencer. 

Iwan Sumule mengaku teringat kasus rencana pembelian lem aibon di DKI Jakarta yang sempat marak ditentang oleh politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dan khusus di kasus ini, partai besutan Grace Natalie itu seperti bungkam.

“Ini hampir sebesar anggaran “Aibon” di DKI, Rp 82 miliar,” ujar Iwan Sumule, Kamis (27/02/2020). 

Di sisi lain, Iwan Sumule melihat insentif tersebut seperti upaya pemerintah membiayai penyebaran corona masuk Indonesia. Maksudnya, peningkatan pariwisata dengan mendatangkan orang asing ke Indonesia berpotensi membawa virus corona masuk ke dalam negeri. 

Terlebih jika mereka yang masuk ke Indonesia berasal dari negera yang sedang terkena wabah virus dari Wuhan, China tersebut.

“Tampaknya kebijakan itu kurang tepat, apalagi biayanya cukup besar, Rp10 Triliun. Ada biaya influencer pula yang tak kecil, Rp 72 miliar. Iya nggak sih?” pungkasnya.