Adapun komposisi dari ke-43 pendaftar tersebut adalah 16 orang dari unsur pakar kepolisian, dan 27 orang dari tokoh masyarakat.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024 dalam waktu dekat segera memiliki anggota baru. Menurut Ketua Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Kompolnas, Suparman Marzuki menjelaskan, proses seleksi sudah masuk tahap tes penulisan makalah yang diikuti oleh 43 orang peserta.

Sebelumnya, dari 98 orang pendaftar, yang dinyatakan memenuhi administrasi lengkap adalah sebanyak 63 orang. Kemudian, dari 63 orang tersebut diseleksi kembali hingga tersisa 43 pendaftar yang dinyatakan lolos administrasi.

Adapun komposisi dari ke-43 pendaftar tersebut adalah 16 orang dari unsur pakar kepolisian, dan 27 orang dari tokoh masyarakat. “Beberapa rangkaian tes selanjutnya adalah wawancara, assessment dan tes kesehatan," kata Suparman di Jakarta, belum lama ini.

Dalam seleksi Anggota Kompolnas 2020-2024 ini, Pansel Kompolnas yang bertugas berjumlah 9 anggota yakni Suparman Marzuki sebagai Ketua, Komjen Pol Moechgiyarto sebagai Wakil Ketua, Maria Margaretha‎ sebagai Sekretaris, Irjen Pol Carlo Brix Tewu (anggota), Eddy O.S. (anggota) Muhammad Mustofa (anggota), Khasan Effendy (anggota), Irjen Pol (Purn) Ronny Lihawa (anggota) dan Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai (anggota).

Rangkaian seleksi calon anggota Kompolnas akan berakhir pada 28-29 April 2020 yang menghasilkan 12 nama. Kemudian 12 nama calon yang lolos di tahap akhir tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Dari 12 nama tersebut, Presiden akan memilih enam nama untuk selanjutnya dilantik menjadi Komisioner Kompolnas.

Suparman Marzuki menjelaskan sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 39 ayat 2, disebutkan anggota Kompolnas terdiri dari tiga unsur pemerintah, tiga tokoh masyarakat dan tiga pakar kepolisian.

"Seluruhnya (anggota Kompolnas) ada sembilan, tiga dari pemerintah yakni Menkopolhukam, Mendagri, Menkumham. Enam orang di luar itu yakni tiga unsur polisi dan tiga tokoh masyarakat," katanya.