Latar belakang akademis Siti Nurbaya sebagai lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus selaku staf pengajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu membuat pemerintahan Jokowi-JK memberinya mandat untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

Setelah mengabdi selama 32 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Siti Nurbaya Bakar akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri menjadi Anggota DPR Perwakilan Lampung. Tak disangka, di pun terpilih. Akan tetapi, sebelum bertugas di Senayan, Siti Nurbaya justru langsung diminta oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 ini adalah anak dari pasangan Mochammad Bakar dan Sri Banon. Ayahnya orang Betawi pensiunan Polri sedangkan ibunya asal Lampung.  Siti Nurbaya menikah dengan Rusli Rachman dan dikaruniai dua orang anak, Meitra Mivida NR dan Ananda Tohpati.

Masa kecilnya hingga sekolah menengah dihabiskan di Jakarta,  SD Muhamaddiyah III, Matraman, Jakarta. Lulus 1968, SMP Negeri 50 Slamet Riyadi, Jakarta. Lulus 1971, dan SMA Negeri 8 Bukit Duri, Jakarta. Lulus 1974.

Kemudian, Siti Nurbaya meneruskan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB).  Setelah menggondol gelar insinyur, Siti ditugaskan ke kota ibunya di Lampung dengan bekerja di Bappeda Lampung selama 17 tahun. Pada tahun 1998, seperti ditulis dalam situs pribadinya, Siti ditarik ke Jakarta untuk ditempatkan di Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kariernya di sini mulai moncer. Dia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Depdagri 2001-2005. Terus dilanjut ke Sekjen DPD RI (2006-2013).

Menjelang Pemilu 2014, Siti Nurbaya terjun ke politik, bergabung dengan Partai NasDem, besutan Surya Paloh. Ketika memutuskan masuk dunia politik  Siti Nurbaya memang sudah memasuki masa pensiun. Dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari NasDem untuk daerah pemilihan Lampung dan dia terpilih untuk periode 2014-2019.

Akan tetapi, karier politiknya ternyata bukan di DPR RI, melainkan langsung masuk lingkaran istana. Presiden Joko Widodo memberikan jatah menteri ke partai-partai pengusung, salah satunya untuk Partai NasDem dan Siti Nurbaya-lah yang terpilih.

Latar belakang akademis Siti Nurbaya sebagai lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus selaku staf pengajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu membuat pemerintahan Jokowi-JK memberinya mandat untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Terlebih pendidikan S2-nya yang diperoleh dari International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, lulus 1988 ditambah gelar doktor/S3-nya yang dia peroleh di Siegen University, Jerman. Lulus 1998.

Riwayat Siti Nurbaya Bakar di pemerintahan cukup panjang, yakni Kepala Seksi Penelitian Fisik Bappeda Lampug (1983-1985), Kepala Seksi Pengairan Bappeda Lampung (1985-1988), Kasubid Analisis Statistik Bappeda Lampung (1981-1983), Kepala Seksi Tata Ruang Bappeda Lampung (1988-1990), Kepala Bidang Penelitian, Bappeda Lampung (1990-1995), dan Wakil Ketua Bappeda Tingkat I Pemda Lampung (1996-1998).

Dalam dunia birokrasi, Siti Nurbaya pernah menduduki berbagai jabatan. Ia memulai kariernya pada tahun 1981 di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Di sana ia pernah menjabat sebagai Kasubid Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata Ruang, Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda.

Setelah itu berturut-turut ia pernah menjadi Kabiro Perencanaan di Departemen Dalam Negeri, Pengajar di Kopertis, Pelaksana Manajemen di STPDN, Sekretaris Jenderal Depdagri, Dewan Komisiaris Pusri, dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko Pusri. Siti Nurbaya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD-RI dari tahun 2006 hingga 2013. Dalam masa ini juga Siti Nurbaya mendapatkan penghargaan Laporan Akuntansi Standar Tertinggi dari Menteri Keuangan dari 2008 hingga 2011, dan Penghargaan WTP Laporan Keuangan dari BPK-RI sejak penilaian awal sebagai Sekjen DPD-RI.

Tak hanya itu, Siti Nurbaya juga penah meraih penghargaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Teladan, 2004 dari Presiden Megawati Soekarnoputri, Prestasi Kerja Yang Luar Biasa, 2004, dari Mendagri Hari Sabarno, Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX, 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri, Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX, 2010, dari Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono, Penghargaan Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya, 2004, dari Presiden Megawati Soekarnoputri, serta Penghargaan Bintang Jasa Utama, 2011, dari Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono.

Siti Nurbaya Bakar resmi dilantik menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin pada Rabu, 23 Oktober 2019. Siti Nurbaya kembali menempati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Kabinet Indonesia Maju. Pada periode 2014-2019 Kabinet Kerja Jokowi-JK, ia juga menjadi menteri yang sama.

Kala itu, usai pertemuan Jokowi pada Selasa, 22 Oktober, Siti Nurbaya mengaku, Presiden Jokowi sudah menitipkan sejumlah catatan-catatan tugas yang harus dilaksanakannya.

"Saya bilang apa boleh saya sebutkan, 'Ok buat Bu Siti boleh disebutin.' Bahwa ada kewajiban penugasan yang harus diselesaikan (sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," ujar Siti Nurbaya.

Menurut dia, Jokowi mengingatkan kembali tentang catatan-catatan untuknya. Pertama, soal defisit neraca berjalan yang harus diselesaikan dan harus ada kontribusi dari berbagai sektor, termasuk dari Kementerian LHK. Kedua, soal lapangan kerja.