Atas perbuatannya, Karen dianggap telah merugikan negara Rp 568 miliar dan memperkaya Roc Oil Company Australia.

Mantan Dirut PT Pertamina (Persero) resmi menghirup udara bebas pada Selasa malam (10/3/2020). Dalam kasasi di Mahkamah Agung (MA), Karen divonis tidak bersalah dalam kasus investasi Blok Migas BMG di Australia pada 2009 lalu.

"Hari ini saya merasa bahagia untuk keluarga, terutama sujud syukur kepada Allah atas kebahagiaan luar biasa terutama anak-anak, kakak-kakak, cucu, dan juga pekerja Pertamina yang masih dan pensiun," ujar Karen saat keluar dari tahanan Kejaksaan Agung, Jakarta.

Meski begitu, Karen tetap merasa kecewa atas sangkaan jaksa kepadanya. Menurut Karen, aksi korporasi yang dijalankannya adalah murni perbuatan perdata, bukan pidana apalagi pidana korupsi.

Saat menyambut Karen bebas dari tahanan, keluarga besar dan rekan Karen tampak hadir, termasuk sang suami tercinta. Sang suami pun langsung merangkul Karen. Wajah suami-istri tersebut terlihat sangat bahagia.

Sembari bercanda, Karen kemudian sedikit menggoda suaminya. "Saya mau kelonan sama suami, boleh kan. Kangen sekali sama bapak," ujar Karen sembari tersenyum.

Diketahui, Karen sebelumnya divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan oleh pengadilan tingkat pertama. Ia dinilai terbukti mengabaikan prosedur investasi di Pertamina dalam akuisisi blok BMG di Australia pada 2009.

Karen juga dianggap melakukan investasi tanpa pembahasan dan kajian terlebih dahulu, serta tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris Pertamina. Atas perbuatannya, Karen dianggap telah merugikan negara Rp 568 miliar dan memperkaya Roc Oil Company Australia.

Hakim menyebut Karen melakukan tindak pidana korupsi bersama Direktur Keuangan Pertamina Ferederick T Siahaan; Manager Merger dan Akusisi Pertamina Bayu Kristanto dan Legal Consul and Compliance Genades Panjaitan.

Atas putusan itu, Karen mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Akan tetapi, bandingnya ditolak. Pengadilan Tinggi memperkuat putusan pengadilan tingkat pertama. Karen kemudian mengajukan kasasi ke MA hingga memenangkan kasasi tersebut.