Banyaknya orang yang berkunjung ke istana menjadi risiko pejabat bisa terpapar virus corona atau COVID-19 hingga penyakit lainnya. Adapun jumlah karyawan di Istana Buckingham sekitar 500 orang

Ratu Elizabeth mempertimbangkan untuk mengarantina diri sendiri dengan mengasingkan diri jauh dari Istana Buckingham, lokasi yang selama ini jadi tempat wisata dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

"Istana menampung arus pengunjung yang konstan, termasuk politisi dan pejabat tinggi dari seluruh dunia," kata seorang sumber kepada the Sun yang dikutip laman Sheknows, Senin (16/03/2020).

Perempuan berusia 93 dan suaminya Pangeran Philip dikabarkan akan melakukan perjalanan sejauh 25 mil ke Kastil Windsor pada akhir pekan ini. Tempat itu dikenal cukup terpencil dari lingkungan Istana Buckingham. 

Akan tetapoi, Ratu Elizabeth tetap berencana untuk kembali ke Istana Buckingham dalam beberapa hari mendatang. Saat ini Ratu Elizabeth dalam status kesehatan yang baik, tetapi tetap akan menjauh dari istana untuk sementara waktu sebagai pilihan terbaik.

“Sang Ratu telah bertemu banyak orang hingga saat ini. Namun, dia tinggal beberapa pekan lagi dari hari ulang tahunnya yang ke-94 dan para penasihat percaya bahwa yang terbaik adalah menjauhkannya dari bahaya," kata sumber itu menambahkan.

Banyaknya orang yang berkunjung ke istana menjadi risiko pejabat bisa terpapar virus corona atau COVID-19 hingga penyakit lainnya. Adapun jumlah karyawan di Istana Buckingham sekitar 500 orang.

Saat ini tidak ada kasus yang dikonfirmasi di Istana Buckingham untuk virus corona. Namun, pilihan mengarantina Ratu dianggap sebagai solusi tepat sebab usia Ratu lebih rentan terhadap virus. Selai itu, virus tersebut berbahaya bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu.

Terkait rencana karantia, the Prince of Wales dan Duchess of Cornwall juga menunda tur musim semi mereka yang dijadwalkan akan dimulai pada 17 Maret. Meskipun tur dapat diganti dengan perjanjian lain, mereka dengan sengaja membatalkannya.