Keterlibatan semua pihak terutama perusahaan swasta dapat meringankan beban pemerintah untuk menyediakan berbagai alat kesehatan.

Sejumlah perusahaan swasta mulai menunjukkan aksi nyata membantu pemerintah dalam upaya perang terhadap corona. Diharapkan, keterlibatan semua pihak terutama perusahaan swasta dapat meringankan beban pemerintah untuk menyediakan berbagai alat kesehatan yang dibutuhkan tim medis penanggulangan virus corona.

Saat ini, setidaknya terdapat 3 perusahaan raksasa yang telah menyumbang pemerintah. Pertama, Adaro Group, perusahaan milik Boy Thohir, yang juga merupakan adik kandung Menteri BUMN Erick Thohir. Adaro pada Senin (23/3/2020) memberikan bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sebesar Rp 20 miliar.

Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas menjelaskan dari bantuan itu sebesar Rp 5 miliar digunakan untuk menyediakan mobil ambulans. Lalu Rp 15 miliar didedikasikan untuk menyediakan vitamin untuk para dokter, perawat dan tenaga medis yang menangani pasien corona.

Selanjutnya adalah Astra Group, menyerahkan bantuan sebesar Rp 63 miliar, yang disebut masih merupakan bantuan tahap awal. Bantuan diberikan dalam bentuk berbagai peralatan pencegahan penyebaran COVID-19 kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

Peralatan yang dimaksud seperti alat uji tes, alat pelindung diri, hand sanitizer hingga disinfektan, 100 unit Daihatsu Gran Max Pick Up, dan 10 unit truk (lima unit Toyota Dyna dan lima unit Isuzu Elf NMR71) untuk kendaraan penyemprotan disinfektan.

"Kami berharap seluruh elemen bangsa bersatu padu dalam menghadapi situasi saat ini. Bantuan awal ini merupakan wujud kontribusi kami dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19, sehingga kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pemerintah dan masyarakat," ujar Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020).

Terbaru adalah Mayapada Group yang ikut mengajak seluruh pengusaha besar di Indonesia untuk ikut memberi bantuan dalam menghadapi virus corona. Perusahaan dan lembaga amal milik pengusaha nasional, Dato Sri Tahir ini menggelontorkan dana  Rp52 miliar, yang  akan dibagi ke tiga wilayah di Pulau Jawa sebagai wilayah terdampak paling banyak.

Bantuan  akan disalurkan kepada warga DKI Jakarta melalui Masjid Istiqlal  Rp22 miliar, Jawa Barat  Rp10 miliar,  Jawa Tengah  Rp10 miliar dan  Jawa Timur  Rp10 miliar 

"Dato Tahir Foundation seperti yang selalu dilakukan oleh chairman kami Pak Tahir bahwa beliau selalu hadir dan ikut dalam bencana atau kemalangan yang menimpa negeri. Bukan berarti kita mengharapkan ada bencana terus, bukan. Jadi kita selalu berusaha ikut partisipasi dalam setiap masalah yang dihadapi bangsa kita ini," jelas Hendra di Jakarta, Jumat (27/3/2020).