Pola teknikal saham BMRI terlihat masih sangat jauh untuk melawan tren jual jangka menengah yang masih sangat solid hingga kini.

Secara kebetulan dan sangat beruntung, upaya Menteri BUMN Ercik Thohir dalam menghadapi aksi jual panik di pasar saham mendapatkan sokongan berharga dari kebijakan paket stimulus yang digelar Presiden AS Donald Trump.

Seperti diketahui, Trump yang telah mengajukan paket stimulus hingga senilai $2 triliun guna menanggulangi imbas wabah Coronvirus yang telah meluluhlantakkan pasar global. Langkah jitu dan keras Trump tersebut dengan segra memantik aksi balik akumulasi di bursa saham hingga merambah pada bursa efek Indonesia dalam dua hari sesi perdagangan terakhir pekan ini.

Gerak harga sejumlah saham unggulan terlihat melompat sangat curam untuk setidaknya melawan tren jual jangka menengah solid yang masih berlangsung. Sementara di sisi lainnya, sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir telah dengan jelas memerintahkan agar sejumlah perusahaan BUMN melakukan aksi buyback guna menahan keruntuhan sejumlah saham yang sangat menakutkan itu.

Dan perintah Menteri Erick seakan berkongsi  dengan  paket stimulus Trump untuk membalikkan saham-saham BUMN yang tengah berguguran.

Namun pola teknikal memperlihatkan, kongsi perintah Menteri Erick dengan stimulus Trump yang masih harus mendapatkan suntikan tambahan kerja lebih keras lagi, di mana hingga kini seluruh saham BUMN justru masih berkubang dalam tren jual jangka menengah yang solid.

Berikut adalah grafik harian terkini  salah satu saham perusahaan BUMN terkemuka, PT Bank Mandiri Tbk., yang diperdagangkan dengan kode BMRI:

Tren jual terlihat masih sangat solid dengan masih sangat renggangnya jarak antara indikator MA-Signal (garis berwarna hitam) dengan batas teknikal psikologisnya (garis berwarna merah). Gerak melompat sangat tajam dalam dua hari sesi perdagangan terakhir cukup mengesankan, namun masih membutuhkan waktu untuk sekedar menghentikan tren jual jangka menengah.

Catatan teknikal menunjukkan, saham BMRI yang akan menghentikan tren jual jangka menengah bila mampu bergerak konsisten di atas Rp5.790 per lembar dalam 7 hari sesi perdagangan. Sementara untuk  berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah, saham BMRI diharuskan mampu bergerak di atas Rp6.165 secara konsisten dalam 7 hari sesi perdagangan. Sementara di sesi penutupan pekan ini, saham BMRI terhenti di kisaran Rp4.940 alias masih jauh dari sejumlah titik teknikal di atas.

Jalan panjang dari ‘kongsi’ perintah Buyback Menteri Erick dengan stimulus Trump masih membentang, dan sesi perdagangan sepanjang pekan depan akan menjadi pertaruhan serius bagi upaya Menteri Erick Thohir dalam menyelamatkan saham-saham BUMN dari keruntuhan yang mengkhawatirkan.

Happy Trading.