Jokowi secara tegas mengatakan kepada para gubernur bahwa pemerintah pusat tidak akan mengambil keputusan lockdown. 

Sejumlah daerah mulai 'membangkang' terhadap pemerintah pusat dengan melakukan lockdown atau upaya karantina wilayah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD tengah menyiapkan rambu-rambunya dengan menyusun PP Karantina Wilayah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas mengatakan kepada para gubernur bahwa pemerintah pusat tidak akan mengambil keputusan lockdown. Menurut Jokowi, hal ini karena adanya karakter dan budaya yang berbeda dari setiap negara.

"Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan? Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda-beda, memiliki kedisiplinan yang berbeda-beda," kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan 34 gubernur se-Indonesia lewat video conference yang disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3).

Meski begitu, tercatat hingga, Minggu (29/3/2020), setidaknya terdapat empat wilayah yang telah menetapkan karantina wilayah. Di antaranya Papua, Tegal, Bali, dan Tasikmalaya. Sedangkan wilayah Jakarta disebut saat ini masih melakukan pembahasan.

1. Papua

Provinsi Papua menyatakan telah menutup akses keluar-masuk dari pintu laut (pelabuhan), udara (bandara), maupun darat (PLBN) sejak 26 Maret hingga 8 April 2020. Penutupan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama, yang dipimpin oleh Gubernur Lukas Enembe dan diteken oleh Kapolda Papua hingga Pangdam Cenderawasih, pada Selasa (24/3).

2. Tegal

Menyusul Papua, Kota Tegal menerapkan lockdown dengan mekanisme isolasi wilayah atau karantina wilayah mulai pada Senin, 30 Maret 2020. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono menyebut hal ini dilakukan untuk melindungi warga Tegal dari COVID-19.

"Isolasi wilayah ini untuk melindungi warga Kota Tegal dari penularan Corona," kata Dedy, Sabtu (28/3/2020).

3. Tasikmalaya

Begitu pula daerah Tasikmalaya, penerapan karantina wilayah akan dimulai pada Selasa, 31 Maret 2020. Pemkot Tasikmalaya menyebut pihaknya akan meminimalkan masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman.

"Kita meminimalisir yang mudik dan pulang kampung karena banyak sekali sekarang pabrik yang tutup di Jabodetabek dan sebagainya. Kami sepakati rencana Selasa (31 Maret) akan karantina wilayah," kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Sabtu (28/3/2020).

4. Bali

Pada wilayah Bali, Gubernur Bali I Wayan Koster melalui surat edaran mengimbau masyarakat Bali mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diimbau mengurangi dan menunda perjalanan ke luar dan ke dalam Bali.

"Tidak berkumpul, mengurangi interaksi, pengumpulan massa dan menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah," kata Koster dalam surat edaran, Jumat (27/3/2020).

5. DKI Jakarta

Bagaimana dengan DKI Jakarta? Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah menyiapkan skenario terburuk menghadapi pandemi corona.

Diam-diam Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan rencana penutupan akses keluar-masuk Jakarta di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Namun hal itu bukan terkait dengan 'penguncian' atau lockdown Ibu Kota.

Instruksi Kapolda Metro Jaya itu tertera dalam Surat Telegram dari Kapolda Metro Jaya kepada seluruh jajaran kapolres di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana meminta agar jajarannya menyiapkan rencana pengamanan terkait penutupan jalan itu. Akses yang ditutup mulai dari jalur arteri hingga jalan-jalan kecil yang menjadi akses keluar-masuk Ibu Kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan adanya Surat Telegram tersebut. Namun, Yusri menegaskan bila maksud dari arahan itu bukan terkait dengan 'lockdown' Ibu Kota.

"Kita minta data rencana pengamanan masing-masing wilayah untuk kita adakan rencana latihan simulasi untuk kontingensi dalam menghadapi situasi sekarang," kata Yusri, Minggu (29/3/2020).

"Jangan diartikan lockdown. Nggak ada itu lockdown," imbuhnya.

Yusri seperti diberitakan detik.com menyebut Kapolda Metro memerintahkan jajaran kapolres untuk memberikan data pengamanan. Data itulah yang nantinya akan dijadikan bahan untuk latihan simulasi.

"Kita juga harus latihan dong. Kita mau menghadapi demo aja harus latihan kok. Ini rencana mau latihan makanya minta data, minta data ke polres-polres, rencana pengamanan seperti apa polres, baru kita jadikan satu, baru kita latihkan," kata Yusri.