Ia juga terlihat dalam rekaman meludahi troli dan pintu di pusat perbelanjaan Saudi Arabia. Akibat ulah konyolnya tersebut

Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 sekarang benar-benar sudah menjadi momok yang sangat menakutkan. Virus yang pertama kali menjangkit warga Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut bisa menyerang siapa saya, tanpa pandang usia, jenis kelamin, atau pun status sosial.

Hampir seluruh dunia sudah terpapar virus yang sudah menewaskan puluhan ribu orang. Virus yang sempat dinamai Pneumonia Wuhan dan 2019-nCov ini sangat mudah sekali menyebar dari satu orang ke orang lain dan menyebabkan risiko kematian sangat tinggi.

Karantina mandiri atau isolasi diri merupakan cara yang terbaik yang bisa dilakukan saat ini agar terhindar dari paparan COVID-19 atau menginfeksi orang lain. Beberapa negara menerapkan berbagai aturan karantina bagi warganya yang terpapar COVID-19.

Arab Saudi yang telah melakukan lockdown sejak beberapa waktu yang lalu bahkan terbilang ekstrim dalam menyikapi masyarakat yang positif terpapar COVID-19. Bila ada seorang pria membawa COVID-19 dan masih melakukan aktivitas normal, bisa terkena hukuman mati. 

Dikutip dari Daily Mail, seorang pria yang ditangkap, setelah diketahui positif terinfeksi COVID-19. Ia juga terlihat dalam rekaman meludahi troli dan pintu di pusat perbelanjaan Saudi Arabia. Akibat ulah konyolnya tersebut, pria itu terancam hukuman mati.

Insiden itu terjadi di pusat perbelanjaan di provinsi Hail, Saudi Arabia Utara. Tak berapa lama, tersangka yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap. Pria itu diidentifikasi sebagai warga negara asing, meski kewarganegaraannya tidak diungkapkan. Dan pria itu dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum jelas mengapa pria yang tinggal di kota Baljurashi di wilayah barat daya Al Bahah itu melakukan tindakan tercela tersebut. Setelah dites positif terjangkit virus, otoritas Saudi meminta semua orang yang mengunjungi toko, segera menjalani tes COVID-19.

Sementara itu, mereka masih memindai rekaman CCTV untuk mengidentifikasi, apakah tersangka telah menginfeksi daerah lain. Pejabat Saudi menyarankan bahwa, tersangka dapat menghadapi hukuman mati sebagai hukuman karena 'dia jelas menyadari demam dan batuk yang dia alami saat itu dan tindakannya hanya bertujuan membunuh orang lain'.

Pada 27 Maret, Saudi Arabia telah melaporkan 1.012 kasus COVID-19 dan tiga kematian. Negara tersebut telah mengambil banyak langkah untuk mengatasi wabah tersebut, termasuk menghentikan penerbangan internasional serta menangguhkan umroh dan haji sepanjang tahun. Serta menutup masjid, sekolah, mal dan restoran.