Solusi mengatasi dampak buruk itu, Imam Prasodjo berharap masyarakat bawah seperti di perkampungan bisa saling membantu dengan cara mengumpulkan uang atau sembako untuk diberikan ke keluarga yang membutuhkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sedang memproses pembukaan akun rekening donasi untuk kegiatan pencegahan dan/atau penanganan penanggulangan Wabah Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di Indonesia. 

Menurut Sri Mulyani, donasi yang nanti terkumpul akan dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai leading sector dari gugus tugas penanganan COVID-19 secara nasional.

Senada, Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Imam Prasodjo berharap masyarakat tak mengandalkan pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi akibat meluasnya penyebaran COVID-19. Imam Prasodjo berharap masyarakat bisa saling membantu, salah satunya dengan iuran atau saweran.

"Mudah-mudahan apa yang kita gerakkan ini dari bawah tidak hanya mengandalkan pemerintah, tapi dunia usaha kita, mari kita urunan, bantingan, saweran, masyarakat kita mengorganisasikan, perhatikan apa yang terjadi di kanan kiri kita," ujar Imam di BNPB, Senin (30/03/2020).

Imam Prasodjo menyadari, penyebaran COVID-19 yang semakin meluas saat ini sangat  berdampak buruk pada perekonomian. Dampak itu salah satunya dirasakan oleh masyarakat yang bergantung pada pendapatan harian.

Solusi mengatasi dampak buruk itu, Imam Prasodjo berharap masyarakat bawah seperti di perkampungan bisa saling membantu dengan cara mengumpulkan uang atau sembako untuk diberikan ke keluarga yang membutuhkan.

"Oleh karena itu sekarang kita mengumpulkan di setiap kampung, kumpulkan uang, sembako, apa saja yang bisa kita berikan ke keluarga yang membutuhkan. Tanpa itu maka akan jatuh korban korban lain," kata dia lagi.

Selain itu, Imam Prasodjo juga berharap masyarakat tidak bergantung terhadap pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan seperti alat pelindung diri (APD). Selain itu masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap para tenaga medis seperti dokter dan perawat dalam menangani pasien di rumah sakit.

Bentuk dukungan kepada tenaga medis salah satunya dengan mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah atau social distancing.

Imam Prasodjo khawatir jika masyarakat tidak mematuhi imbauan itu, bakal berdampak terhadap kekuatan tenaga medis yang menanganinya. Akibatnya, akan terjadi tsunami pasien akibat COVID-19 di rumah sakit.

Oleh karenanya, menurut Imam Prasodjo, satu-satunya cara untuk mengatasi penyebaran virus yang semakin meluas adalah dengan menekan penyebarannya. Selain itu berharap, masyarakat dan pemerintah bisa bergotong royong, memastikan para tenaga medis dapat beristirahat dan tidur yang cukup sehingga bisa menangani pasien.

"Sistem kesehatan kita, dokter kita, perawat kita, itu bisa menjadi kewalahan," tutup Imam Prasodjo.