Pelaku pasar di Asia terlihat masih mencoba mengikuti jejak optimisme Wall Street dalam mengawali sesi perdagangan hari ini, Selasa (31/3).

Serangkaian laporan terkini yang hadir dari persebaran wabah penyakit menakutkan akibat infeksi Coronavirus terlihat mulai mengarah pada harapan positif. Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan serangkaian riset untuk mengatasi wabah yang berasal dari China tersebut.

Sejumlah produk vaksin dan obat-obatan  sebelumnya juga dilaporkan mulai dibuat dan dipercepat penggunaannya guna mengatasi wabah yang telah meluluh lantakkan pasar global itu.  Laporan-laporan positif dari Amerika Serikat dan Italia  membuka  harapan bahwa wabah Coronavirus akan teratasi.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat mengklaim bahwa serangan wabah akan segera berakhir dan pihaknya berupaya untuk menekan jumlah korban tewas akibat Coronavirus  untuk tidak menembus kisaran 100.000 jiwa di AS. Trump juga akan memperpanjang masa Social Distancing hingga akhir April

Sementara laporan dari Italia menyebutkan jumlah kasus baru infeksi Coronavirus yang telah menurun cukup signifikan. Situasi tersebut nampaknya telah berhasil membuat pelaku pasar berbalik optimis dalam menjalani sesi perdagangan awal pekan ini Senin (30/3) di Wall Street.

Gerak indeks Wall Street tercatat melonjak cukup tajam dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.  Sentimen tersebut kemudian merambah hingga sesi perdagangan hari kedua pekan ini di Asia, Selasa (31/3).

Dengan bekal tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia dan nilai tukar mata uang Rupiah diyakini akan mampu berbalik membukukan penguatan.  Catatan sebelumnya menunjukkan, IHSG dan Rupiah yang terpukul cukup dalam pada sesi perdagangan awal pekan kemarin, dan beralihnya sentimen yang kini terjadi akan menjadikan Rupiah dan IHSG melakukan gerak rebound teknikal.