Sentimen positif kali ini datang dari keberhasilan indeks Wall Street membukukan lonjakan tajam di sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.

Sentimen yang melingkupi sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (31/3) terlihat akan sedikit membingungkan bagi pelaku pasar di bursa saham Indonesia. Hal ini mengingat kepungan sentimen yang cenderung positif dari pasar global.

Namun di sisi lain, sentimen internal justru menjadi tantangan bagi pelaku pasar dengan persiapan pemerintah untuk mengambil keputusan Lockdown guna membatasi persebaran wabah Coronavirus.

Laporan sebelumnya menunjukkan, sesi perdagangan saham di Wall Street yang berhasil membukukan lonjakan tajam di tengah langkahg keras Presiden Trump yang memperpanjang masa Social Distancing hingga akhir April depan guna membatasi persebaran wabah Coronavirus di AS.  Sikap optimis pelaku pasar di Wall Street di tengah masih mengintainya ancaman Coronavirus  menghadirkan optimisme di Asia pagi ini.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) tercatat menguat moderat 0,3% untuk  menjejak kisaran 19.141,5, sementara indeks ASX 200 (Australia) melompat tajam 2,8% untuk menjangkau posisi 5.326,6, dan indeks KOSPI (korea Selatan) yang melambung tajam 1,45% untuk berada di posisi 1.742,0.

Dengan bekal kepungan sentimen yang cukup menggembirakan dari sesi perdagangan di Asia tersebut,  indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini akan cenderrung positif.

Terlebih dalam sesi perdagangan kemarin, IHSG terlihat telah mengalami gerak koreksi yang cukup dalam.