Setelah sempat menguat, nilai tukar Rupiah secara perlahan beralih ke zona pelemahan hingga siang ini, Selasa (31/3).

Setelah menjalani sesi perdagangan suram di awal pekan kemarin, mata uang Rupiah  terlihat masih belum mampu berbalik membukukan penguatan  dengan meyakinkan di sesi perdagangan pagi hari kedua pekan ini, Selasa (31/3).  Laporan menunjukkan, Rupiah yang hingga siang ini bertengger di kisaran Rp16.355 per Dolar AS alias melemah tipis 0,11% usai sempat berupaya menjangkau zona penguatan.

Kepungan setimen positif di pasar  Asia yang cenderung beralih ragu membuat Rupiah gagal menaklukkan Dolar AS dengan meyakinkan. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sikap optimis investor yang berhasil ditumbuhkan di bursa Wall Street dalam sesi perdagangan awal pekan kemarin di tengah masih mengintainya persebaran wabah Coronavirus.

Optimisme tersebut kemudian menjadi bekal berharga  pada sesi perdagangan di Asia pagi ini, namun gagal bertahan dengan meyakinkan hingga sesi perdagangan pagi di Jakarta ditutup.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) tercatat beralih turun tajam 0,93% untuk menyisir kisaran 18.907,59, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak 1,09% untuk berada di 23.428,15.

Gerak positif juga dibukukan indeks ASX 200 (Australia) berlih runtuh curam  1,95% untuk menjangkau kisaran 5.080,4, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang melompat 1,39% untuk berada di 1.740,92.

Sementara pada bursa efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menutup sesi perdagangan pagi ini dengan meloncat tajam 1,7% untuk singgah di  kisaran 4.489,7.